25.4 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Internasional

Perawat Akui Rasakan Tekanan Media Kesembuhan Pasien Covid-19 Paling Kritis di Vietnam Jadi Sorotan

Vietnam menjadi salah satu negara yang jadi sorotan terkait penanganan wabah virus corona Covid 19 di wilayahnya. Berdasarkan data dari worldometers.info per Sabtu (27/6/2020) pukul 04:50 GMT atau 11:50 WIB (GMT+7), total kasus infeksi Covid 19 di Vietnam tercatat 353 kasus. Tak ada penambahan kasus baru, dan nol angka kematian.

Sementara itu, sebanyak 330 kasus sudah dinyatakan sembuh. Sehingga tersisa 23 kasus aktif infeksi virus corona di Vietnam. Vietnam pun dianggap telah berhasil melandaikan kurva ( flatten the curve ) dan mengerem laju penyebaran virus corona.

Ada satu kasus infeksi di Vietnam yang juga menjadi sorotan. Pasien 91, seorang pilot asal Inggris berusia 43 tahun, merupakan pasien Covid 19 dengan kondisi yang paling kritis di Vietnam. Pilot yang bekerja di maskapai Vietnam Airlines tersebut mengalami koma selama dua bulan akibat infeksi virus bernama ilmiah SARS CoV 2 ini.

Namun, kini kondisi sang pasien telah membaik. Mengutip laman , fungsi paru paru pilot tersebut telah mencapai 85 persen. Bahkan sang pilot tak sabar untuk kembali ke Skotlandia.

Hal ini disampaikan oleh dokter di Cho Ray Hospital tempat Pasien 91 dirawat. Panel dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan Vietnam mengatakan, Pasien 91, telah mampu bernafas tanpa bantuan ventilator mulai 13 Juni 2020 lalu. Sang pasien kini telah sadar sepenuhnya dan dapat berkomunikasi secara normal dengan para dokter.

Bahkan, ia sudah bisa duduk sendiri dan belajar berdiri. Sekitar satu bulan sebelumnya, hasil CT Scan menunjukkan paru paru pasien ini hanya berfungsi 20 30 persen. Pada bulan Mei 2020, Pasien 91 direncanakan untuk transplantasi paru paru.

Namun, pada Rabu, 17 Juni 2020 lalu, kepala departemen diagnosis dan perawatan Kementerian Kesehatan, Luong Ngoc Khue, mengatakan transplantasi tersebut tak lagi diperlukan. Sang pilot juga menjadi pasien Covid 19 yang menjalani perawatan di rumah sakit paling lama, yakni selama tiga bulan. Bahkan, dikutip dari , pada pertengahan Mei, Vietnam telah menghabiskan dana lebih dari 128.000 dolar AS atau setara Rp1,83 miliar untuk merawat pilot asal Inggris ini.

Kesembuhan pasien Covid 19 paling kritis ini pun disebut sebagai keajaiban sekaligus menjadi pencapaian tersendiri bagi Vietnam. Wali Kota Ho Chi Minh, Nguyen Thanh Phong, mengapresiasi para tenaga medis yang merawat pasien tersebut. "(Para tenaga medis) adalah prajurit yang luar biasa dalam perang melawan Covid 19," kata Nguyen.

Meskipun demikian, para tenaga medis di Vietnam mengakui, sorotan internasional pada pasien Covid 19 paling kritis ini menjadi tekanan tersendiri. Masih diwartakan , para tenaga medis tak hanya dihadapkan dengan keterbatasan bahasa, tetapi juga meningkatnya tekanan sosial dan media. "Seiring perhatian global tercurah pada pilot asal Inggris itu, kami (para perawat) merasa lebih stres dan takut melakukan kesalahan yang bisa mempengaruhi citra negara kami," kata Le Hong Tham, yang bekerja di Unit Perawatan Intensif (ICU) Cho Ray Hospital.

Selain Tham, ada 11 perawat lain yang terbagi menjadi tiga sif per hari untuk merawat pasien 91. Ia pun menjelaskan sejumlah tantangan dalam merawat sang pasien. Pilot tersebut memiliki tinggi badan 1,8 meter dan berat 88 kilogram, sementara rata rata perawat perempuan hanya memiliki berat 40 kilogram.

Sehingga, selalu ada dua perawat dalam ruangan yang membantu sang pilot untuk menjalani terapi. Bahkan, para perawat harus terus memonitor statusnya tanpa jeda. "Jika pasien ini menunjukkan tanda tanda abnormal yang tidak kami deteksi dengan tepat waktu, konsekuensinya tak bisa dibayangkan," kata Tham.

Pada awal perawatan di Cho Ray Hospital, pasien 91 mengandalkan paru paru buatan atau extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Dan karena sang pasien tidak memiliki kerabat di kota, para perawat pun terus memberikan dukungan fisik dan emosional kepadanya. Menurut Tham, pilot ini mungkin menjadi salah satu pasien yang paling berkesan sepanjang karirnya.

Karena adanya perbedaan budaya dan bahasa, kebanyakan perawat berusaha keras untuk memberinya perhatian. Setelah sadar dari koma dan sudah bisa berbicara, salah satu kendala yang ada adalah aksen Skotlandia sang pilot yang susah dipahami oleh para perawat. Oleh karenanya, perawat pun belajar Bahasa Inggris secara aktif dan memanfaatkan Google Translate untuk menjelaskan detil kesehatan atau mengenal sang pasien lebih jauh.

Pasien 91 juga sangat sensitif dan tidak tahan rasa sakit. Sehingga, para perawat harus memberikan penjelasan secara mendetil sebelum melakukan prosedur apa pun kepada sang pasien. Kendala yang lain adalah perbedaan selera makan.

Ketika mulai bisa makan, sang pasien tidak begitu berselera dengan makanan Vietnam. Oleh karenanya, pihak rumah sakit menyiapkan sajian yang sesuai, mulai dari spaghetti hingga daging masak ala Barat. Kepala ICU Cho Ray Hospital, Hoang Thi Thi pun menjelasan, "Ketika pasien mulai sembuh, semua orang berpikir dia sudah lolos dari maut dan situasi tak akan lagi memburuk. Semakin optimis orang orang, semakin cemas lah para perawat. Kondisi pasien bisa menurun apabila tidak diawasi dengan baik."

Kini, sang pilot berharap bisa segera keluar dari rumah sakit dan pulang kembali ke Skotlandia. Namun, setidaknya ia harus menunggu setidaknya sekitar dua atau tiga minggu sbeelum bisa bepergian dengan aman.

Baca Lainnya

Ini Alasannya Warga Jepang Pilih Mengembalikan Barang yang Ditemukan Kecuali Payung

Ristia Afifah

Sanrio Tuntut Balik Kantor Pajak Jepang Yang Menagih 2,8 Miliar Yen, Minta Agar Dihapuskan

Ristia Afifah

Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia di Dewan Keamanan PBB

Ristia Afifah

Termasuk Polisi Wanita Penembakan Massal di Nova Scotia Kanada Menewaskan 16 Orang

Ristia Afifah

Ibu Reynhard Sinaga Buka Suara Awal Kasus di 2017 Putranya Lakukan Pemerkosaan Terbesar di Inggris

Ristia Afifah

McDonalds Minta Maaf, Beri Pelanggan Minuman Berisi Zat Kimia Pembersih Bakteri

Ristia Afifah

VIRAL Video Detik Detik Sebuah Wahana Di Taman Hiburan India Patah, 2 Orang Tewas Dan 29 Luka Luka

Ristia Afifah

Bocah Ini Selama 6 Tahun Mengeluh Sakit, Orangtuanya Tak Menyangka Ada Jarum 5 cm di Lehernya

Ristia Afifah

Antrean Warga Demi Stempel Heisei Terakhir di Stasiun Kereta Api Kota Kumamoto Jepang

Ristia Afifah

Pakar Timur Tengah Sebut Iran Marah & Kemungkinan Balas Dendam pada AS atas Tewasnya Soleimani

Ristia Afifah

12 Tahun Dikurung di Kloset oleh Sang Ayah, Genie Wiley Tak Bisa Berbicara Saat Dibebaskan

Ristia Afifah

Dewan Kota Minneapolis Mantap Ganti Polisi dengan Sistem Keamanan Berbasis Masyarakat

Ristia Afifah

Leave a Comment