31 C
Jakarta
Monday, Jul 13, 2020
Image default
Nasional

Persaingan Jokowi & Mega Makin Jelas Rocky Gerung Tak Terima Jokowi Lebih Populer dari Soekarno

Pengamat Politik, Rocky Gerung turut mengomentari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer. Pada hasil survey tersebut, Presiden Joko Widodo disebut lebih unggul dari Presiden Soekarno. Rocky Gerung menilai hal itu justru menunjukkan bahwa persaingan antara Jokowi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri semakin jelas, "Nah dalam kecemasan itu bisa postur politik Pak Jokowi drop, turun," kata Rocky Gerung.

Menurutnya, tidak ada bidang lain yang membuat Jokowi unggul selain masalah kepribadian Jokowi. "Kalau di survei elektabilitas pasti enggak ada gunanya kan apalagi udah enggak ada periode kedua." "Kalau di survei soal ekonomi sudah pasti hancur itu, di survei demokrasi sudah pasti hancur makanya disurvei hal hal yang personal," ujar Rocky Gerung.

Sehingga, Rocky Gerung menilai survei yang dilakukan Indo Barometer tersebut hanya sekedar hiburan. "Jadi ini semacam survei infotainment di bidang politik bahwa Pak Jokowi lebih hebat dari Bung Karno," sambungnya. Lalu, Pengamat Politik 60 tahun ini juga menilai bahwa Jokowi lebih populer dari Bung Karno itu tak masuk akal.

Padahal menurutnya, Soekarno lebih 'pintar' atau lebih banyak pengetahuannya ketimbang Jokowi. "Itu nalarnya bagaimana itu? Bung Karno itu dari tahun 45 tidak pernah hilang dari memori publik." "Bung Karno menulis tiga jilid buku revolusi, Bung Karno paham tentang sejarah seni semua orang ngerti siapa Bung Karno," ungkap Rocky Gerung.

Rocky Gerung lalu menduga kepopuleran Jokowi mungkin karena karakternya sangat berbeda dengan Soekarno. "Ya karena itu, kenapa Jokowi populer mungkin karena hal hal yang bertolak belakang dengan Bung Karno." "Jadi dia populer karena tidak bisa menyamai Bung Karno begitu," ucapnya.

Lantas, pria asal Manado ini justru menyamakan masalah tersebut dengan Presiden Amerika Serikat sekarang, Donald Trump dibandingkan dengan para mantan presiden terdahulunya, Abraham Lincoln hingga George Washington. Sehingga, ia menilai bahwa kesalahan justru terletak pada orang yang melakukan hasil survey. "Karena enggak masuk akal itu sama seperti bilang Donald Trump lebih populer dari Abraham Lincoln atau George Washington itu hancur pikiran orang, hancur sebenarnya pikiran surveyor," protesnya.

Kemudian, barulah Rocky Gerung mengatakan bahwa hasil survei Jokowi lebih unggul dari Soekarno menunjukkan persaingan antara Mantan Wali Kota Solo itu dengan Megawati semakin kuat. "Ya saya kira itu implisitnya begitu high politik, politik tingkat tinggi kita saya kira persaingan antara Jokowi dan Megawati berakhirnya," ungkap Rocky Gerung. Ia menilai, Jokowi ingin meninggalkan warisan sedangkan PDIP merasa seharusnya kadernya itu mengikuti langkah partai.

"Karena Pak Jokowi tetap ingin punya legacy maka dia berupaya bikin power block yang baru." "Dan PDIP merasa Jokowi itu kader PDIP mustinya gedein PDIP," ujarnya. Sehingga, Rocky Gerung menduga kini kedua belah pihak sedang mencari sosok untuk meraih popularitas masing masing.

"Jadi persaingan itu yang samar samar tapi makin lama makin terlihat bahwa PDIP harus cari calon alternatif." "Jokowi harus cari cari legacy dan dua duanya panik karena enggak ketemu tuh," ucap Rocky Gerung. Mantan Pengajar UI tersebut mengatakan bahwa Jokowi kini sedang ingin meningkatkan popularitas.

"Maka mulailah dicari cara siapa yang harus dipoles, siapa yang harus dihitamkan wajahnya itu." "Nah sekarang Jokowi lagi dipoles tapi agak menyedihkan membandinkan Jokowi dengan Bung Karno," kata Rocky Gerung. Ia menambahkan bahwa surveyor yang melakukan penelitian itu aneh.

"Itu metodologinya apa kenapa enggak bandingin apa namanya Pak Jokowi dengan Nyai Roro Kidul siapa lebih populer, banyak aneh yang surveyor ini," pungkasnya.

Baca Lainnya

Jangan Sampai Skandal BLBI & Century Terulang Uji Materi Perppu Kebijakan Keuangan MAKI

Ristia Afifah

TNI Diminta Kerahkan Kapal Perang & Pesawat Pengintai di Laut Natuna Utara

Ristia Afifah

Ketua MWA UI Saleh Husin Yakin RSP UI Akan Maju & Berkembang Pesat

Ristia Afifah

Orang Kristiani wajib Adil & Jadi Pancasilais Sejati Ara Sirait

Ristia Afifah

Menkopolhukam Mahfud MD Bakal Setor LHKPN menuju KPK Hari Ini

Ristia Afifah

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Tetap Gelar Sidang Seperti Biasa Kasus Virus Corona Meningkat

Ristia Afifah

Para Pendaftar Masih ‘Wait and See’ 3 Juta Pendaftar CPNS 2019 Hanya Mendaftarkan Akun 2

Ristia Afifah

Cerita Indonesia & Prosa Pramoedya Ananta Toer Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Sabtu 13 Juni 2020

Ristia Afifah

Kota Pariaman Siap Bagikan Kartu Tani menuju 2.385 Petani

Ristia Afifah

Laode M Syarif Berharap Kabareskrim Baru Dapat Selesaikan Kasus Novel Baswedan

Ristia Afifah

Berikut Tanggapan Pihak Pemerintah Media Internasional Sebut Indonesia Bisa Jadi Hotspot Covid-19

Ristia Afifah

Itu Hanya Ramai di Media Sosial Mahfud MD Tentang Dugaan Diskriminasi Perayaan Natal

Ristia Afifah

Leave a Comment