25.5 C
Jakarta
Tuesday, Apr 7, 2020
Image default
Nasional

Persaingan Jokowi & Mega Makin Jelas Rocky Gerung Tak Terima Jokowi Lebih Populer dari Soekarno

Pengamat Politik, Rocky Gerung turut mengomentari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer. Pada hasil survey tersebut, Presiden Joko Widodo disebut lebih unggul dari Presiden Soekarno. Rocky Gerung menilai hal itu justru menunjukkan bahwa persaingan antara Jokowi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri semakin jelas, "Nah dalam kecemasan itu bisa postur politik Pak Jokowi drop, turun," kata Rocky Gerung.

Menurutnya, tidak ada bidang lain yang membuat Jokowi unggul selain masalah kepribadian Jokowi. "Kalau di survei elektabilitas pasti enggak ada gunanya kan apalagi udah enggak ada periode kedua." "Kalau di survei soal ekonomi sudah pasti hancur itu, di survei demokrasi sudah pasti hancur makanya disurvei hal hal yang personal," ujar Rocky Gerung.

Sehingga, Rocky Gerung menilai survei yang dilakukan Indo Barometer tersebut hanya sekedar hiburan. "Jadi ini semacam survei infotainment di bidang politik bahwa Pak Jokowi lebih hebat dari Bung Karno," sambungnya. Lalu, Pengamat Politik 60 tahun ini juga menilai bahwa Jokowi lebih populer dari Bung Karno itu tak masuk akal.

Padahal menurutnya, Soekarno lebih 'pintar' atau lebih banyak pengetahuannya ketimbang Jokowi. "Itu nalarnya bagaimana itu? Bung Karno itu dari tahun 45 tidak pernah hilang dari memori publik." "Bung Karno menulis tiga jilid buku revolusi, Bung Karno paham tentang sejarah seni semua orang ngerti siapa Bung Karno," ungkap Rocky Gerung.

Rocky Gerung lalu menduga kepopuleran Jokowi mungkin karena karakternya sangat berbeda dengan Soekarno. "Ya karena itu, kenapa Jokowi populer mungkin karena hal hal yang bertolak belakang dengan Bung Karno." "Jadi dia populer karena tidak bisa menyamai Bung Karno begitu," ucapnya.

Lantas, pria asal Manado ini justru menyamakan masalah tersebut dengan Presiden Amerika Serikat sekarang, Donald Trump dibandingkan dengan para mantan presiden terdahulunya, Abraham Lincoln hingga George Washington. Sehingga, ia menilai bahwa kesalahan justru terletak pada orang yang melakukan hasil survey. "Karena enggak masuk akal itu sama seperti bilang Donald Trump lebih populer dari Abraham Lincoln atau George Washington itu hancur pikiran orang, hancur sebenarnya pikiran surveyor," protesnya.

Kemudian, barulah Rocky Gerung mengatakan bahwa hasil survei Jokowi lebih unggul dari Soekarno menunjukkan persaingan antara Mantan Wali Kota Solo itu dengan Megawati semakin kuat. "Ya saya kira itu implisitnya begitu high politik, politik tingkat tinggi kita saya kira persaingan antara Jokowi dan Megawati berakhirnya," ungkap Rocky Gerung. Ia menilai, Jokowi ingin meninggalkan warisan sedangkan PDIP merasa seharusnya kadernya itu mengikuti langkah partai.

"Karena Pak Jokowi tetap ingin punya legacy maka dia berupaya bikin power block yang baru." "Dan PDIP merasa Jokowi itu kader PDIP mustinya gedein PDIP," ujarnya. Sehingga, Rocky Gerung menduga kini kedua belah pihak sedang mencari sosok untuk meraih popularitas masing masing.

"Jadi persaingan itu yang samar samar tapi makin lama makin terlihat bahwa PDIP harus cari calon alternatif." "Jokowi harus cari cari legacy dan dua duanya panik karena enggak ketemu tuh," ucap Rocky Gerung. Mantan Pengajar UI tersebut mengatakan bahwa Jokowi kini sedang ingin meningkatkan popularitas.

"Maka mulailah dicari cara siapa yang harus dipoles, siapa yang harus dihitamkan wajahnya itu." "Nah sekarang Jokowi lagi dipoles tapi agak menyedihkan membandinkan Jokowi dengan Bung Karno," kata Rocky Gerung. Ia menambahkan bahwa surveyor yang melakukan penelitian itu aneh.

"Itu metodologinya apa kenapa enggak bandingin apa namanya Pak Jokowi dengan Nyai Roro Kidul siapa lebih populer, banyak aneh yang surveyor ini," pungkasnya.

Baca Lainnya

Dorong Logika Siswa daripada Hafalan Kompetensi Minimum & Survei Karakter Gantikan UN KPAI

Ristia Afifah

Asrama Haji Pondok Gede Jadi Opsi Lokasi Karantina WNI dari Wuhan

Ristia Afifah

Hasil Tes SKD CPNS 2019 Diumumkan 22-23 Maret 2020 Info CPNS 2019

Ristia Afifah

IKA UNS Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir buat Sejumlah Wilayah di Jabodetabek

Ristia Afifah

TPS di Tangerang dan Tangsel Bakal Dijaga 2.132 Prajurit TNI saat Pemungutan Suara

Ristia Afifah

dan Wisata menuju Arab Saudi Ziarah Pernyataan Lengkap Penangguhan Sementara Kegiatan Umrah

Ristia Afifah

Bagi-bagi sama Wapres Tak Penuhi Undangan Hari Antikorupsi Sedunia KPK Jokowi Pilih Datangi SMK 57

Ristia Afifah

Respons Menteri Erick Thohir soal Kabar Susi Pudjiastuti & Ignasius Jonan Akan Jadi Bos BUMN

Ristia Afifah

Prabowo Soroti Negara Asing di Bumi Pertiwi yang Bikin Negara Rapuh

Ristia Afifah

Sebut Ingin Membangun Komunikasi DPD PKS Solo Akui Ingin Bertemu Gibran Putra Jokowi

Ristia Afifah

Johan Budi Sarankan Kepala BPIP Tak Lagi Bicara dengan Media Buntut Pernyataan yang Jadi Polemik

Ristia Afifah

dan Rudiantara Jadi Bos BUMN Dinilai Sebagai Pemberdayaan Lanjutan Jonan Penunjukan Susi

Ristia Afifah

Leave a Comment