26.7 C
Jakarta
Sunday, Apr 5, 2020
Image default
Bisnis

PGN Konsisten Bangun Infrastruktur Optimalkan Gas Bumi

Tingginya kebutuhan energi dalam negeri menjadi peluang bagi PT PerusahaanGasNegara Tbk. (PGN) untuk mengoptimalkan penggunaangas bumi. Untuk itu, sebagaisub holdinggasdi Indonesia, PGN akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Pasalnya, menurut Sekretaris PGN Rachmat Hutama, dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik, infrastruktur gas adalah keniscayaan.

Langkah itu juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis. Hal ini karena, optimalisasi penggunaan gas bumi sangat bermanfaat untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Selain itu, menurut Rachmat, pembangunan infrastruktur juga menjadi peluang untuk memperkuat bisnis perseroan. Terlebih di tengah tantangan dan perlambatan ekonomi global dan domestik saat ini. Rachmat mengatakan, PGN akan terus membangun infrastruktur gas bumi untuk menjangkau pasar pasar baru di berbagai daerah.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan pasokan gas, PGN mengombinasikan gas sumur danLiquid Natural Gas(LNG) dari berbagai sumber. Saat ini, PGN memiliki lebih dari 10.000 kilometer jaringanpipagas. PGN juga mengoperasikan 2 floating storage and regasification units(FSRU), 1land based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4mobile refueling unit(MRU). Tidak berhenti sampai di situ, PGN juga tengah merampungkan pembangunan pipa transmisi Gresik–Semarang sepanjang 267 kilometer. Pembangunan ditargetkan rampung pada Maret 2020.

Untuk memastikan optimalisasi penggunaan gas bumi di Jateng, PGN akan membangunan pipa distribusi Semarang–Kendal–Ungaran sepanjang 96 kilometer. Sementara itu, di Sumatera, PGN tengah mengerjakan pembangunan pipa Duri–Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer. Dengan rampungnya semua pembangunan pipa gas itu, maka konektivitas jaringan gas Jawa–Sumatera tinggal selangkah lagi.

Ke depannya, PGN tinggal menyiapkan pembangunan pipa gas Semarang–Cirebon dan Medan–Dumai. Guna mengantisipasi permasalahan pasokan, PGN juga sedang membangun LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Pembangunan LNG Terminal berkapasitas 40 BBTUD, yang terbagi dalam tiga fase itu, ditargetkan beroperasi akhir tahun 2019 dan rampung keseluruhan pada 2023.

Sesuai rencana kerja hingga 2024, PGN akan membangun sejumlah infrastruktur baru ,di antaranya jaringan pipa transmisi sepanjang 528 kilometer dan distribusi sepanjang 500 kilometer. Lalu, 7 LNGfilling stationuntuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG. Tujuannya untuk menyuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia. PGN pun akan menggenjot program jaringan gas (jargas) rumah tangga guna menekan subsidi energi di sektor tersebut. Di 2025, PGN menargetkan akan mengoperasikan 4,7 juta sambungan rumah tangga.

Dengan semua optimalisasi yang sudah dan sedang dilakukan, PGN berhasil menorehkan kinerja positif. Sepanjang periode Januari – September 2019 PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 3.007 BBTUD. "Kami bersyukur kinerja PGN terus tumbuh positif tahun ini. Kami berusaha menjaga momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun," jelas Rachmat dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (30/10/2019). Adapun rincian kinerja PGN tahun 2019, yakni volume gas distribusi sebesar 971 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.036 BBTUD. PGN pun telah melayani 371.941 pelanggan di seluruh sektor dari kelistrikan, industri, transportasi, komersial dan rumah tangga.

Capaian terbaru, PGN resmi mengelola operasional jargas rumah tangga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur. Terkait pendapatan perseroan, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 2.81 miliar atau Rp 39,8 triliun dengan kurs rata rata triwulan 3 tahun 2019 Rp 14.174/dollar AS. Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar 2,18 miliar dollar AS, penjualan minyak dan gas 292,2 juta dollar AS. Penjualan transmisi gas 181,1 juta dollar AS dan pendapatan usaha lainnya sebesar 156,6 juta dollar AS.

Sementara itu, per September 2019, PGN berhasil meraih laba operasi sebesar 406,90 juta dollar AS dan laba bersih 129,1 juta dollar AS atau setara Rp 1,82 triliun dengan kurs Rp 14.174/dollar As. Adapunearnings before interest, tax, depreciation and amortization(EBITDA) PGN hingga triwulan 3 mencapai 724,52 juta dollar AS.

Baca Lainnya

Ini Alasan Dyandra Tak Akan Fokus menuju Bisnis Hotel Lagi

Ristia Afifah

88 Triliun Bank DKI Terbitkan Surat Utang Jangka Pendek Senilai Rp 1 Perkuat Pendanaan

Ristia Afifah

Enam Deputi Meneg BUMN Dirombak & Dapat Posisi Baru Lalu Kemana Ahmad Bambang

Ristia Afifah

Merintis Bisnis Batik Cirebon dari Bawah, Taty Sugiarti Punya Pelanggan Tetap Sampai Mancanegara

Ristia Afifah

BCA Donasikan Alat Operasi Katarak & Donor Darah Demi Tingkatkan Layanan Kesehatan

Ristia Afifah

Ini Rincian Besarannya Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Maret

Ristia Afifah

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Kurangi Kepadatan 40 Persen dari Beroperasi

Ristia Afifah

Chitose Incar Laba Bersih Naik 55 Persen Jadi Rp 21 Miliar

Ristia Afifah

Sekarang Saat Termudah untuk Membeli Rumah, Ini Alasannya

Ristia Afifah

Apresiasi Pengamen Kini Bisa Lewat GO PAY

Ristia Afifah

Tol Layang Japek Perlu Batasi Kecepatan & Bebas Truk ODOL Pengamat

Ristia Afifah

Kami Kerja Tolak Pansus Jiwasraya Orang Kerja tidak Pernah Takut Arya Sinulingga

Ristia Afifah

Leave a Comment