32.7 C
Jakarta
Saturday, Aug 15, 2020
Image default
Metropolitan

Polda Metro Jaya Pastikan Buru Dalang Penyerangan Maut di Bekasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan pihaknya masih terus menyelidiki kasus penyerangan di lahan kosong samping Apartemen Metro Galaxy Park, Kota Bekasi, Jumat (21/6/2019) malam. "Itu di Bekasi yah. Lagi lidik (penyelidikan), nanti akan dimintai keterangan dari saksi dan barang bukti," kata Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Argo menjelaskan polisi akan bertindak profesional dalam menangani sebuah kasus.

Apalagi yang berujung korban meninggal dunia, kepolisian pasti akan bekerja hingga kasusnya tuntas. "Yang pasti semua penyelidikan dan penyidikan sebuah peristiwa akan dijalankan sesuai prosedur hukum untuk mencari para pelaku terutama dalang atau orang yang memerintahkan para pelaku," tutur Argo. Diberitakan sebelumnya, penyerangan maut oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terjadi di lahan kosong samping Apartemen Metro Galaxy Park, Jalan KH. Noer Alie, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (21/6/2019) malam.

Penyerangan ini mengakibatkan satu orang tewas dengan luka tembak dan lima lainnya luka luka. Peristiwa ini terjadi setelah sekelompok orang tidak dikenal menyerang enam orang penjaga lahan kosong di samping apartemen tersebut. Korban tewas adalah Dani (46) akibat luka tembak di perut. Lima kawannya luka luka.

Mereka adalah Daniel Yanwarin (luka tembak di paha kiri), Heri Kiswanto (luka bacok di lengan), Titus (luka lecet di perut), Stevanus (luka robek pada tangan kanan), dan Hendrikus (luka robek di kaki dan dagu). Budiono, kuasa hukum korban penyerangan di lahan Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan mengaku lahan yang dijaga para korban saat ini masih bersengketa di pengadilan. Oleh karena itu, dia menduga para pelaku penyerangan adalah orang suruhan.

Budiono mengatakan sengketa perdata itu masih disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi. Selama ini ahli waris atas nama Acam bin Mendung dan M Zaelani Hamid memperkerjakan tujuh penjaga yang dipimpin Dani. Dani meninggal saat diserang para pelaku pada Jumat (21/6/2019) dan menurut Budiono dari tubuhnya ada bekas tiga luka tembak diduga dari senjata api jenis FN.

"Perkarasengketalahanmasih porses, tinggal nunggu saja kesungguhan polisi mengungkap kasuspenyerangantersebut," ungkap Budiono. Dani tewas dengan tiga luka tembak di kaki, perut dan punggung. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Ambon, Maluku.

Tiga proyektil masuk ke dalam tubuh korban. Budiono sebelumnya menduga pelaku menggunakan senapan FN kaliber 09. Sementaralimalainnya, yakni Daniel tertembak di paha, Heri luka bacok di bahu kiri, Tito lecet di perut, Stevanus luka robek di tangan kanan, Hendrikus luka robek di kaki kanan dan dagu.

Lima korban selamat sejauh ini telah diperiksa pihak KepolisianPolresMetroBekasiKota. Satu orang masih dalam perawatan di RSUD Kota Bekasi lantaran kondisinya masih mengalami luka akibat tembakan senjata api. "Semua sudah diperiksa korban yang ada di tempat kejadian, satu orang masih di rawat kondisinya belum bisa begerak karena luka tembak di bagian paha sebelah kanan," jelasBudiono.

Selain menjaga lahan, para korban membukan jasa pencucian kendaraan. Dani dan kawan kawannya, kata Budiono telah bekerja menjaga lahan itu selama bertahun tahun dan baru kali ini mendapatkanpenyerangan. "Informasi terakhir masih proses penyelidikan dulu, tinggal nunggu polisi aja buat ngungkap kasus ini," tegasnya.

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang membakar tiga unit sepeda motor milik korban. Mereka datang tiba tiba, setelah sebelumnya mematikan listrik terlebih dahulu dan langsung mengincar Dani. Korban selamat sempat berupaya mendekat ketika pelaku terlibat keributan dengan Dani.

Namun para pelaku justru menembakkan senjata api dan menyerang secara membabi buta dengan kayu, batu, beling, hingga senjata tajam. Kasubag HumasPolresMetroBekasiKotaKompol Erna Ruswing Andari mengatakan, sejauh ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya menerjunkan petugas khusus untuk menjaga lahan setelah insidenpenyeranganyang menewaskan satu orang korban jiwa.

"Masih dilidik ya, saksi sudah kita periksa lokasinya juga kita jaga 24 jam," singkatdia. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan korban Dani dan kelima anak buahnya tengah berada di sebuah bangunan semi pemanen di atas lahan tersebut. Menurut Indarto, tiba tiba sekelompok orang tidak dikenal datang dan langsung menyerang.

"Datang sekitar 20 orang cekcok dan terjadipenyerangan," jelas Indarto kepada wartawan diPolresMetroBekasiKota, Sabtu (22/6/2019). Polisi masih menyelidki kasuspenyerangantersebut. Garis polisi juga sudah dipasang di sekitar tempat kejadian perkara. "Kita masih lidik motifnya apa," jelas dia.

Pelakupenyeranganterhadap enam penjaga lahan di Jalan KH Noer Ali, Bekasi, menggunakan masker dan penutup kepala. Hal ini diungkapkan korban bernama Heri Amora. Saat itu ia tengah istirahat di dalam kamar bersama rekannya. "Ada sekitar 30 50 orang, semua pakai masker pakaian biasa bebas, pakai topi," ucap Heri.

"Mereka datang tiba tiba aja pertama yang saya ingat lampu mati lalu terdengar suara tembakan," Heri menambahkan. Heri mengalami luka di bahu sebelah kiri akibat sabetan sabetan senjata tajam. Dia mengaku tidak dapat berbuat banyak manakala sekelompok orang tidak dikenal datang menyerang.

"Saya sama teman teman disuruh keluar (dari dalam kamar), ada tiga orang di dalam kamar, waktu kita mau dekat Bang Dani mereka bilang tidak boleh. Di saat itu kita sudah dengar bunyi tembakan," ungkap dia. Sementara korban Tito saat kejadian berada di dalam kamar bersama Heri dan Daniel. "Saya luka di perut dan kaki karena dilempar balok dan kaca beling, ketika itu kami diancam jangan mendekat ke Bang Dani."

"Diancam pakai senjata tajam, teman kami Daniel luka tembak di paha karena berusaha mendekat," ungkap dia.

Baca Lainnya

Oknum Diriver Ojol Pelaku Pelecehan Seksual Siswi SMK di Ciracas Sudah 6 Kali Beraksi

Ristia Afifah

Diduga Ini Penyebab Kematian Mendadak Selebgram Desy Nurhakiki Bukan Karena Overdosis Narkoba

Ristia Afifah

Ini Dalih Gubernur Anies Bangun Hotel Mewah Pakai APBD di Taman Ismail Marzuki

Ristia Afifah

Relawan Godrej Indonesia Tumbuhkan Budaya “Upcycling” di Condet

Ristia Afifah

Jenazah Remaja di Tangerang Teridentifikasi, Polisi Pastikan Tak Ada Bekas Kekerasan Seksual

Ristia Afifah

Sebut Ada Masalah Zonasi umur Pendaftaran PPDB DKI Jakarta dari Tuai Protes

Ristia Afifah

IndoXXI Website Yang Merugikan Mabes Polri

Ristia Afifah

Andri & Anak Balitanya Akhirnya Meninggal Bakar Diri Karena Istri Berhubungan Dengan Mantan Suami

Ristia Afifah

Tarif Ojek Online di Jabodetabek Resmi Naik dari Hari Ini

Ristia Afifah

Ternyata Kakak Kandung Siti Badriah Pakai Narkoba Sejak Lama Bukan Pertama Kali

Ristia Afifah

Menurut Polisi, Ucapan ‘Ikan Asin’ Galih Ginanjar untuk Permalukan Fairuz

Ristia Afifah

Jasa Marga Evakuasi Mobil Nissan GT-R yang Terbakar di Tol Jagorawi

Ristia Afifah

Leave a Comment