31.2 C
Jakarta
Friday, Aug 14, 2020
Image default
Bisnis

Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran Pidana Oleh Perusahaan Fintech Pinjaman Online

Polda Metro Jaya mengaku masih mempelajari dan mendalami dugaanpelanggaranpidanayang dilakukan oleh beberapa penyedia pinjaman online atau yang biasa disebut fintech (finansial technology), berdasarkan sejumlah laporan dari masyarakat. Sebagian besar fintech yang ditelusuri kepolisian berdasarkan hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditemukan ada sekitar 635 fintech ilegal dan semuanya sudah diblokir OJK. "Kami masih menangani soal pinjaman online atau fintech ini berdasarkan laporan masyarakat yang masuk. Masih kami tentukan seperti apa pelanggaran pidananya dan siapa pihak di perusahaan yang dimaksud bertanggung jawab," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Minggu (24/3/2019).

Kombes Argo Yuwono menyebutkan, berdasar informasi OJK ada lebih dari 500 ilegal yang sudah diblokir. Semuanya itu kata Kombes Argo Yuwono masih ditelusuri apakah diantara mereka ada yang masuk dalam kategoripidanaatau tidak. "Jika ada, akan langsung kita dalami dan lakukan penyelidikan serta upaya klarifikasi dahulu. Yang terpenting saat ini kami mengimbau masyarakat berhati hati saat melakukan pinjaman online. Terutama soal legalitasnya dan bisa dilihat informasinya di OJK, mana yang legal dan ilegal," kata Kombes Argo Yuwono.

Kombes Argo Yuwono mengakui jika polisi cukup berhati hati mendalami masalah ini. Sebab kata Kombes Argo Yuwono tidak semua pinjaman online atau fintech ilegal dan merugikan masyarakat. "Cukup banyak yang memudahkan dan menguntungkan masyarakat dalam mendapat dana pinjaman secara cepat dan relatif aman," kata Kombes Argo Yuwono. Intinya kata Kombes Argo Yuwono, agar terhindar dari jeratan utang pinjaman online ini, masyarakat lebih bijak dan berhati hati sebelum memutuskan meminjam uang melalui aplikasi tersebut.

Sebab meskipun syaratnya mudah, pengembalian pinjaman dengan bunga yang disepakati ternyata belum tentu mudah. "Masyarakat diharapkan untuk lebih hati hati dan waspada dengan perkembangan teknologi saat ini termasuk pinjaman online ini. Kita harus bisa menghadapi industri 4.0. Yang dulu belum ada kegiatan tentang perkembangan IT, sekarang sudah berbeda zaman. Harus melihat betul. Kalau melihat ada iklan info di media online kita saring, dan dibaca betul," kata Kombes Argo Yuwono. Bahkan jika memungkinkan kata Kombes Argo Yuwono, sebelum melakukan pinjaman, masyarakat melakukan kroscek dahulu ke pihak berwenang seperti OJK.

"Benarkah itu pinjaman resmi? Kroscek ke OJK.Tanya ke OJK apakah benar perusahaan tersebut, adalah perusahaan yang resmi melakukan pinjaman online," kata Kombes Argo Yuwono. Sebelumnya Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing menjelaskan bahwa pihaknya telah memblokir 635 layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi (fintech peer to peer lending) yang tidak terdaftar di OJK. Saat ini katanya masih ada 99 fintech yang sudah mengantongi izin OJK. "OJK tetap akan mengawasi fintech yang terdaftar sedangkan yang tidak terdaftar sedang kami tangani," katanya.

Ia memaparkan sesuai ketentuan POJK 77/2016, OJK bisa memberikan sanksi pada fintech yang berizin jika ditemukan pelanggaran mulai, peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha sampai dengan pencabutan tanda daftar atau izin. Intinya kata dia OJK telah melakukan pencegahan dan tindakan tegas terhadal 635 fintech ilegal. "Selain memblokir website dan aplikasi fintech ilegal, kami juga memutus akses keuangan pada perbankan," katanya. Tongam memastikan, OJK telah mengumumkan nama nama fintech ilegal ke masyarakat di website OJK."Juga nama fintech yang berizin, kami umumkan di sana," kata dia.(bum)

Baca Lainnya

Kembangkan Teknologi UAV, Garuda Target Operasikan 100 Pesawat Kargo Udara Nirawak Pada 2024

Ristia Afifah

Menteri Budi Targetkan Lima Pelabuhan Bebas Korupsi

Ristia Afifah

Pemerintah Naikkan Lagi Tarif Tol Jagorawi Pekan Depan

Ristia Afifah

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Kurangi Kepadatan 40 Persen dari Beroperasi

Ristia Afifah

Operasional Angkutan Penyebrangan Ditata Ulang Adaptasi New Normal

Ristia Afifah

Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 3.000 Per GraM Menjadi Rp 748.000

Ristia Afifah

Ajak Petugas Tol Siaga Setiap Saat melalui Kompetisi Roadster Rescue 2020

Ristia Afifah

Karyawan Bekerja dari Rumah Grab Tutup Sementara Kantornya di Jakarta Cegah Penyebaran Virus Corona

Ristia Afifah

Adira Finance Klaim Kuat di Segmen Commercial Car

Ristia Afifah

Lebaran Tahun Ini, Pemudik Sudah Bisa Lewat Tol Trans Sumatera

Ristia Afifah

FTM Indopremier Gairahkan Investasi Milenial Jakarta

Ristia Afifah

Bisa buat Membunuh Virus Transportasi Umum Sektor Darat Disarankan Memasang Lampu UV

Ristia Afifah

Leave a Comment