25.3 C
Jakarta
Sunday, Aug 9, 2020
Image default
Nasional

Polri Siagakan 77.897 Personel Jaga Masa Transisi Menuju New Normal

Karo Penmas Divisi humas Polri Brigjen Polisi Awi Setyono menjelaskan maksud pencabutan maklumat Kapolri terkait penanganan Covid 19. Pencabutan tersebut bukan berarti kepolisian tidak lagi mengawal penanggulangan penyebaran virus Corona. Awi menegaskan, pihak kepolisian telah menyiapkan 77.897 personel untuk mengamankan masa transisi menuju new normal.

"Polri telah menyiapkan pengamanan masa transisi menuju new normal, dengan melibatkan personel sebanyak 77.897 personel," kata Awi kepada wartawan, Selasa (30/6/2020). Rinciannya, daerah warna hijau sebanyak 7.550 personel, warna kuning sebanyak 8.981 personel, warna orange sebanyak 35.830 personel, dan daerah warna merah sebanyak 25.536 personel. Tak hanya itu, pihaknya berupaya mendukung kebijakan pemerintah di era new normal dengan menginstruksikan seluruh jajaran untuk melaksanakan pengawasan di tempat keramaian.

Pertama, pengawasan dan pendisiplinan kepada masyarakat di tempat tempat sarana publik untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya, memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kedua, meningkatkan kerja sama lintas sektoral dalam upaya pencegahan virus Corona (Covid 19).

Ketiga, melakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus bersama stakeholder terkait guna memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Keempat, melakukan koordinasi secara intensif dengan Gugus Tugas Daerah. Kelima, bagi daerah daerah yang masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), daerah dengan kategori oranye dan merah, pembatasan kegiatan masyarakat tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan budayakan menggunakan masker," katanya. Diberitakan sebelumnya, Setelah berlaku selama tiga bulan, akhirnya Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut Maklumat Kapolri nomor MAK/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid 19) yang dikeluarkan 19 Maret 2020. Isi Maklumat Kapolri tersebut memuat larangan serta imbauan kepada masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Pencabutan maklumat itu tertuang dalam surat telegram bernomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 yang ditandatangani Asisten Operasional Kapolri Irjen (Pol) Herry Rudolf Nahak. Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono menuturkan, telegram tentang pencabutan maklumat itu dikeluarkan dalam rangka menuju adaptasi tatanan kehidupan baru atau new normal. "Benar surat telegram dalam rangka new normal," kata Argo melalui keterangan tertulis, Jumat (26/5/2020).

Kendati demikian, polisi mengaku akan tetap mendisiplinkan masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan. "Pengawasan dan pendisiplinan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," tutur Argo. Melalui surat tersebut, Kapolri juga meminta jajarannya meningkatkan kerja sama untuk mencegah penyebaran Covid 19 serta berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di daerah.

Anggota kepolisian diinstruksikan agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, pembatasan kegiatan diminta tetap dijalankan untuk daerah yang masih berada di zona kuning dan merah Covid 19 sesuai ketentuan di wilayah tersebut.

Baca Lainnya

Mucikari AS Ungkap Sempat Ingin Pindah menuju Hotel Lain Sebelum Penggerebakan Polisi & Andre Rosiade

Ristia Afifah

TPS di Tangerang dan Tangsel Bakal Dijaga 2.132 Prajurit TNI saat Pemungutan Suara

Ristia Afifah

Video Jokowi Marahi Kinerja Menteri Baru Diunggah Setelah 10 Hari Fahri Hamzah Apa yang Terjadi

Ristia Afifah

Akan Terjadi Penambahan Pasien yang Cukup Signifikan Nantinya Jubir Penanganan Corona

Ristia Afifah

Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besok Sabtu 30 Maret 2019, Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah

Ristia Afifah

Harusnya di Awal Tutup Akses WNA Refly Harun Anggap Lockdown Terlalu Berat

Ristia Afifah

Pemudik Padati Terminal Terpadu Merak

Ristia Afifah

Batasi Satu Kereta 60 Penumpang MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal

Ristia Afifah

Awalnya Sempat Membolehkan tapi . . . Fakta Seputar Larangan Mudik yang Akhirnya Diputuskan Jokowi

Ristia Afifah

Asrama Haji Pondok Gede Jadi Opsi Lokasi Karantina WNI dari Wuhan

Ristia Afifah

Bukan Sekedar Berani Antrean Penumpang Hari Ini Jadi Indikasi Bila DKI Lockdown Yunarto Wijaya

Ristia Afifah

Perilaku Saat Pandemi wajib Dipertahankan Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Ristia Afifah

Leave a Comment