31.1 C
Jakarta
Wednesday, Feb 26, 2020
Image default
Internasional

Pria ini Miliki Bunker Rahasia Simpan 6 Gadis Berakhir Dihukum Mati Bohong menuju Istri Ngaku Lembur

Manusia kadang dapat bertindak kejam layaknya setan. Bahkan manusia juga kadang tega melakukan tindakan melebihi binatang buas. Seperti kisah dibawah ini.

Seorang pria bernama Li Hao pada 30 November 2012 lalu dijatuhi hukuman mati. Pria yang berasal dari kota Luoyang, Henan,Chinaini membuat satu negara menjadi gempar. Dilansir Intisari.ID , Li Hao ini adalah seorang pria yang lahir pada tahun 1977 dan merupakan mantan petugas pemadam kebakaran.

Setelah memutuskan keluarpemadam kebakaran, ia pun bekerja di Departemen Pengawasan Teknologi Luoyang. Li Hao ini memiliki seorang istri dan seorang putra yang masih berusia 8 bulan. Setelah menikah, ia pun menyembunyikan istrinya dan membeli sebuah rumah di daerah Cong Barat dekat jalan Khai Hoan dan Lac Dong.

Hal ini memang sengaja dilakukannya untuk bisa membohongi sang istri dengan alasan melakukan kerja lembur. Namun bukan kerja lembur yang sebenarnya ia lakukan, namun pekerjaan lain yang malah bikin satu negara gonjang ganjing alias gempar. Rupanya Li hao ini memiliki rumah lain dan dirancang dengan terowongan secara diam diam.

Ruang bawah tanahnya ini pun sangat canggih. Untuk memasukinya ada sebuah lubang sedalam 3,4 meter. Kemudian masuk bagian sempit terowongan yang hanya bisa dilewati satu orang.

Bagi siapapun yang memasuki terowongan ini, teriakannya tak akan bisa didengar dan sangat aman. Untuk ventilasi udara, Li Hao merancang pipa sendiri. Pada ruang bwah tanah ini, Li Hao meletakkan papan kayu tengah.

Setengahnya berisi tempat tidur sedangkan setengah lainnya kompor gas dan botol termos. Li Hao pun mulai merencanakan sesuatu yang jahat. Ia mencari mangsa setelah bolak balik ke klub malam dan menggunakan uangnya untuk memikat gadis gadis disana.

Ia pun akhirnya berhasil memikat 6 gadis muda. Keenam gadis muda ini kemudian disekap di ruangan bawah tanahnya tadi. Tak cuma disekap, para keenam gadis muda ini diperkosa dan juga disiksa kemudian ditahan dalam waktu yang lama.

Untuk memikat gadis gadis muda ini awalnya Li Hao memberikan mereka iming iming akan tampil di situs dewasa dan mendapatkan uang. Namun suatu ketika,salah seorang gadis ini tak mau melayani nafsu Li Hao. Ia pun menjadi marah dan memukulinya sampai mati, kemudian mengubur tubuhnya di bungker.

Usai melihat kekejaman Li Hao ini, salah seorang merasa gadis muda ini merasa takut. Ia pun mencoba mengambil tindakan, namun sayangnya nasibnya berakhir sama dengan gadis sebelumnya. Beruntungnya dari tiga korban yang ada, salah seorang dari mereka berhasil kabur dan melaporkan kejahatan Li Hao ini.

Polisi pun dituntun ke dalam ruang rahasia milik Li Hao dan berhasil menemukan dua kuburan korban. Li Hao pun akhirnya berhasil ditangkap pada 30 November 2012 lalu. Kasusnya ini sempat membuat gempar semua orang di China.

Atas tuduhan pembunuhan, pemerkosaan, penahanan ilegal, pelacuran dan juga pornografi, Li Hao akhirnya dijatuhi hukuman mati. Sedangkan tiga wanita yang juga ikut berpartisipasi dalam pembunuhan yang dilakukan Li Hao ini diberikan toleransi. Seorang dari mereka mendapat hukuman penjara selama tiga tahun dan dua lainnya masih dalam masa percobaan.

Hukuman mati Li Hao pun akhirnya disetujui oleh pengadilan. Akhirnya pada 21 Januari 2014, Li Hao pun akhirnya dieksekusi mati. Tak sadar direkam atasannya, video polisi bantu nenek punguti beras di jalan viral.

Video Aipda Adi Novianto membantu seorang nenek memunguti berasnya yag bocor dari plastik mendadak viral. Video tersebut ternyata diam diam direkam oleh atasan Aipda Adi Novianto yang salut dengan kepekaan anggotanya menolong sesama. Video yang berisi tentang Aipda Adi Novianto membantu seorang nenek memunguti beras ramai diperbincangkan warganet.

Anggota PolresSalatigatersebut tak malu meski masih menggunakan seragam lengkap. Selama ini Adi bertugas menjadi anggota Bhabinkamtibmas di wilayah Ledok, Polsek Argomulyo. "Saat itu tugas di depan SD Ledok sudah selesai karena para murid sudah masuk, saya bersiap akan meninggalkan lokasi dan berniat ke Mapolsek Ledok," jelasnya, Jumat (13/12/2019).

Dia melihat ibu tersebut membawa kantong plastik. Setelah semakin dekat, ternyata plastik yang dibawa ibu tersebut bocor dan isinya yang ternyata beras berjatuhan. "Ibu tersebut terlihat ragu, tapi saya langsung jongkok dan meminta plastik lain kepada beliau. Ternyata membawa plastik, ya sudah, saya ambil saja beras yang jatuh. Setelah saya ambil, ibu itu langsung ikut mengambili, karena beras baru dan tidak kotor, masih bisa diolah dan dimasak," kata Adi.

Dia memperkirakan beras yang dibawa tersebut tak lebih dari setengah kilogram. "Ya masih warga di lingkungan karena menggunakan pakaian rumahan. Setelah mengobrol seperlunya, ibu langsung masuk kampung," jelasnya. Adi mengaku, dia membantu ibu tersebut karena merasa itu adalah kewajiban sebagai manusia.

"Bukan karenapolisi, tapi itu sebagai manusia yang kebetulan pekerjaan saya polisi," ungkap polisi yang bertugas sejak 2001 ini. Saat membantu ibu tersebut memunguti beras, Adi mengaku tak sadar divideokan oleh atasannya, AKP Joko yang bertugas di Polres Salatiga. "Tidak tahu kalau divideo, tahu tahu sudah ramai di Facebook," kata Adi.

Sementara Kapolsek Argomulyo AKP Muh Zazid mengungkapkan, sosok Adi adalah Bhabinkamtibmas yang cukup baik. Dia juga cepat dalam merespons pelayanan kepada masyarakat. "Memang anggota yang cukup humanis," terangnya.

Baca Lainnya

Cuaca di Madinah Diprediksi Capai 45 Derajat Celcius pada Sabtu (20/7/2019), Waspadai Heatstroke

Ristia Afifah

Jadi Kado HUT RI 74 dari Dubai, Gedung Tertinggi Dunia Burj Khalifa Pajang Ilusi Bendera Merah Putih

Ristia Afifah

Sudah 11 Tahun Pembunuh Pelajar Wanita di Jepang Belum Tertangkap Meski Melibatkan Tim Khusus FBI

Ristia Afifah

Deretan Foto dan Video Hujan Meteor Perseid di Berbagai Belahan Dunia, Lihat Juga dari Luar Angkasa!

Ristia Afifah

Viral Suami Rela Tulis Buku Perjalanan Cinta Selama 10 Tahun buat Istri yang Amnesia Pasca Lahiran

Ristia Afifah

7 Potongan Tembok Berlin Ada di Jepang

Ristia Afifah

Dokter Angkat Tumor Seberat 25 Kg di Tubuh Wanita 59 Tahun, Awalnya Mengeluh Sesak Napas

Ristia Afifah

Ibu Kota Indonesia Bakal Pindah ke Luar Jawa, 12 Negara Ini Sukses Pindahkan Ibu Kota Negaranya

Ristia Afifah

Media Turki Ungkap Transkrip Rekaman Mengerikan Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

Ristia Afifah

Nenek 82 Tahun Ini Hajar Malingnya hingga Babak Belur Sampai Datangkan Ambulans Rumahnya Dibobol

Ristia Afifah

Kerugian Akibat Angin Topan di Jepang Mencapai 172 Miliar Yen

Ristia Afifah

Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia di Dewan Keamanan PBB

Ristia Afifah

Leave a Comment