25.8 C
Jakarta
Saturday, Jan 18, 2020
Image default
Travel

Punya Pahlawan Wanita Terbanyak hingga Wanita dengan Mahar Terbesar 8 Fakta Unik Aceh

Ada banyak fakta unik Aceh yang perlu traveler ketahui sebelum liburan ke wilayah di ujung barat Indonesia ini. Diketahui bahwa Aceh menjadi satu daerah otonomi khusus di Indonesia selain DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga mempunyai beberapa hal unik. Fakta unik Aceh termasukketentuan hukum, kawasan wisata, hingga budaya seperti perempuan dengan mahar termahal.

Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh ini selain menjadi satu masjid terindah di Indonesia juga memiliki fasilitas parkir bawah tanah. Area parkir bawah tanah dari Masjid Raya Baiturrahman ini tentunya tidak kalah keren dari parkir bawah tanah yang ada di Mall ataupun hotel berbintang lima. Aceh adalah daerah istimewa dengan aturan khusus sehingga provinsi ini mempunyai hak istimewa membuat aturan hukumnya sendiri yakni Qanun.

Provinsi Aceh membuat aturan hukum yang berdasarkan dari Hukum Islam. Dengan landasan hukum ini, Aceh memberlakukan hukum cambuk bagi yang melakukan perbuatan amoral seperti mencuri, berjudi hingga berzina. Aceh pernah dilanda tragedi besar yang menyedihkan yakni gempa dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam.

Untuk mengenang hal tersebut maka dibangunlah Museum Tsunami sebagai peringatan untuk mengenang tragedi bencana tersebut. Museum Tsunami ini menjadi satu satunya museum dengan tema tsunami di dunia. Tidak hanya itu, karena bencana itu Aceh mempunyai kuburan massal dari korban jiwa yang meninggal setelah kejadian Tsunami.

Bagi para pecinta kopi tentunya akan setuju bila Aceh menjadi satu daerah bagi para penggemar kopi. Ada banyak jenis kopi dengan cita rasa yang khas dari Aceh seperti kopi Gayo dan kopi Ulee Kareng. Oleh karena itu, kamu bisa menemukan ribuan warung kopi di berbagai tempat dari kota besar hingga di pedesaan di Aceh.

Dan sebagian besar kopi di Aceh ada yang buka hingga 24 jam. Wanita Aceh dikenal memiliki mahal termahal karena kecantikan parasnya. Sebagian besar perempuan aceh berasal dari perpaduan banyak ras di dunia seperti etnis Tionghoa, India, Eropa hingga Arab, sehingga parasnya pun tidak diragukan lagi.

Mahar di Aceh dihitung dalam satuan mayam emas. Satu mayam emas setara dengan 3,33 gram emas murni 24 karat yang memiliki harga Rp 550 ribu per gramnya. Dikalkulasikan dengan biaya pembuatannya maka satu mayam setara dengan Rp 1.831.500. Mahal wanita Aceh berkisar dari 5 mayam hingga 50 mayam emas.

Bila pihak perempuan meminta 20 mayam emas, maka artinya kamu harus membayar sekitar Rp 36 juta belum termasuk biaya pernikahan hingga seserahannya. Daerah Aceh mempunyai dua warisan dunia non benda yang ditetapkan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Pada bulan Juli 2004 lalu, UNESCO menetapkan bahwa Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai warisan dunia non benda menyertakan Taman Nasional Gunung Leuser yang 70% luas hutannya berada di provinsi Aceh

Taman Nasional Gunung Leuser menjadi satu wilayah konservasi yang paling penting di muka bumi. Sebagai kawasan konservasi dimana Badak, Orangutan, Gajah dan Harimau Sumatra liar hidup di dalam satu kawasan. Kemudian, pada tahun 2011 Tari Saman menjadi salah satu warisan dunia non benda.

Diketahui bahwa 2 pejuang wanita di Aceh masuk dalam 7 Warlord Women in The Lord yakni Laksamana Keumalahayati dan Commander Cut Nyak Dhien. Bahkan kedua jenderal tersebut masuk dalam jajaran 10 Best Female Warrior at All Time dan Women Warrior in South East Asia. Dalam sejarah Indonesia mencatat setidaknya ada 11 orang wanita aceh yang berjuang mulai dari era Kesultanan Samudra Pasai hingga zaman kolonial Belanda.

Beberapa nama perempuan tersebut diantaranya adalah Ratu Nahrisyah, Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Syah, Sri Sultan Nurul Alam Naqiatuddin Syah, Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah, Ratu Kamalat Zainatuddin Syah. Kemudian Laksamana Malahayati atau “Keumalahayati”, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Baren, Pocut Meurah Intan, dan terakhir seorang ulama besar wanita bernama Teungku Fakinah. Provinsi Aceh memiliki beberapa aturan khusus, seperti ketika di kampus dilarang mengenakan pakaian yang ketat dan transparan.

Lalu tidak diperbolehkan memakai kaus oblong dan berambut gondrong. Khusus untuk mahasiswi tidak diperbolehkan memakai celana dan harus memakai rok. Ketika kamu berwisata ke Aceh, bagi perempuan diharuskan menggunakan penutup kepala untuk menghormati budaya setempat.

Dan juga jangan keluar di atas jam 10 malam khusu untuk perempuan

Baca Lainnya

5 Tempat Wisata di Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Saat Liburan Akhir Pekan di Jogja

Ristia Afifah

Panduan Wisata dari Bangkok Menuju Koh Samui, Mau Pilih Bus, Kereta atau Pesawat?

Ristia Afifah

Maskapai Ini Beri Penjelasan Penyanyi Will.i.am Klaim Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan di Pesawat

Ristia Afifah

Kelakuan Dua Turis Kendarai Motor Ini Buat Geram Warga Bali Viral di Medsos

Ristia Afifah

7 Kota Mati yang Dulu Ditinggalkan ini Sekarang Justru Diminati oleh Banyak Turis

Ristia Afifah

Ancol Tawarkan Diskon Menarik Promo Liburan Akhir Tahun di 3 Tempat Hiburan

Ristia Afifah

Nasi Godhog, Kuliner Unik di Magelang yang Nikmat Disantap Malam Hari

Ristia Afifah

Viral Di Medsos Diduga Berasap, Pesawat Mendarat Darurat Dan Penumpang Berlari Selamatkan Diri

Ristia Afifah

7 Tempat Wisata Murah yang Populer di Jakarta Selatan

Ristia Afifah

Ukurannya Hanya Seluas Kamar Mandi Potret Apartemen Termurah di Hong Kong

Ristia Afifah

5 Misteri Penerbangan Teraneh Sepanjang Sejarah Manusia

Ristia Afifah

Tempat Tempat Wisata Di Jawa Barat Yang Populer

Ristia Afifah

Leave a Comment