31 C
Jakarta
Thursday, Jul 9, 2020
Image default
Techno

Rincian Jumlah Subscriber di YouTube Akan Disembunyikan untuk Atasi Kekhawatiran Konten Kreator

Setelah diperkenalkan pada Mei silam, Google bakal mulai menggelontorkan fitur untuk menyembunyikan rincian jumlah " subscriber" pada kanal YouTube. Hal ini diterapkan lantaran Google ingin menyeragamkan tampilan format penulisan jumlah subscriber platform YouTube di berbagai wilayah. Seperti diketahui, di wilayah atau platform YouTube tertentu (desktop atau mobile), sebagian pengguna bisa melihat dua format penulisan angka jumlah subscriber yang berbeda.

Ada yang ditulis secara penuh, seperti "1.234.567 subscriber", ada pula yang ditulis dengan angka yang disingkat dengan format penulisan "1,23M subscriber". "Selain ingin menciptakan konsistensi, (singkatan) ini untuk mengatasi kekhawatiran para konten kreator tentang stres dan kesejahteraan, khususnya untuk pelacakan jumlah subscriber secara real time," tulis pihak YouTube dalam blog resminya, Minggu (1/9/2019). Penerapan format penulisan angka jumlah subscriber ini sendiri berlaku untuk kanal yang memiliki jumlah pelanggan yang tercatat lebih dari tiga digit, atau lebih dari 1.000 subscriber.

Ketika jumlah subscriber lebih dari 999, maka penulisan format angka akan mulai disingkat hingga menjadi maksimal tiga digit. Misalnya, jika sebuah akun memiliki 4.399 subscriber maka tampilan jumlah tersebut akan ditulis menjadi 4.39K. Begitu pula pada akun dengan jumlah subscriber lebih dari 10 juta.

Pada kanal yang memiliki 123.456.789 subscriber misalnya, penulisan angka akan disingkat menjadi 123M. Kendati jumlah subscriber secara rinci disembunyikan dari publik, para pemilik kanal bakal bisa melihat rincian angka tersebut di antarmuka website YouTube Studio. Perubahan format ini rencananya bakal digelontorkan oleh Google mulai minggu ini.

Kendati begitu, tidak dijelaskan kapan format baru penulisan jumlah subscriber ini bakal sepenuhnya diterapkan di secara global. Selain tampilan yang disodorkan kepada pengguna, para pihak ketiga yang menggunakan sistem "YouTube API", seperti platform statistik jejaring sosial SocialBlade, juga kecipratan fitur penyederhanaan angka jumlah subscriber ini. YouTube API sendiri merupakan sebuah sistem YouTube yang memungkinkan pihak ketiga untuk melacak statistik dari sebuah akun YouTube.

Keputusan YouTube untuk menyembunyikan jumlah subscriber ini serupa dengan kebijakan Instagram yang kabarnya akan menyembunyikan jumlah "Like" pada setiap posting. Banyak orang yang tidak menyukai pembaruan yang dilakukan oleh Google ini. Pembaruan YouTube yang disampaikan dalam sebuah artikel itu mendapatkan "dislike" sebanyak lebih dari 1.300 kali.

Jumlah "like" sendiri tercatat tak lebih dari 200 kali. Para pengguna pun membeberkan keluh kesalnya di kolom komentar. Beberapa orang menganggap pembaruan ini bukan solusi.

Ada pula yang menyayangkan pembaruan ini lantaran bukan meluncur sebagai opsi yang bisa diaktifkan dan dinon aktifkan. Jika dilihat dari kacamata konten kreator, hal ini juga bisa membawa dampak yang besar. Pasalnya, jumlah subscriber ini kerap menjadi salah satu nilai yang digunakan untuk mengukur popularitas diri.

Kendati tidak disukai, pihak Google mengatakan akan tetap mengelontorkan pembaruan ini kepada para penggunanya. "Meskipun kami tahu tidak semua orang akan setuju dengan pembaruan ini, kami berharap ini merupakan langkah positif bagi komunitas, baik yang melihat maupun membuat konten," tutup pihak Google.

Baca Lainnya

Axioo Luncurkan PC All In One Terbaru Sambut Tahun 2020

Ristia Afifah

Blackpink Saksikan Samsung Pamer Galaxy A80 Berkamera Rotasi

Ristia Afifah

4 Juta iPhone 11 Pro Max dari Rp 19 Jutaan & 8 Plus Rp 10 Daftar Harga iPhone Januari 2020

Ristia Afifah

Vivo Y30 Lengkap! Vivo V19 hingga Vivo S1 Pro Update Daftar Harga HP Vivo Terbaru Juni 2020

Ristia Afifah

Cara Melihat Instagram Stories Teman Tanpa Ketahuan, Gampang Banget!

Ristia Afifah

Bisa Rapat & Belajar Online buat Cegah Penyebaran Corona Cara Menggunakan Aplikasi Zoom

Ristia Afifah

Rencana Facebook Integrasikan WhatsApp & Instagram Dijegal FTC

Ristia Afifah

Samsung Disimyalir Siapkan Galaxy A90, Sudah 5G dan Prosesor Snapdragon 855

Ristia Afifah

Sharp Siapkan Satu Unit Mobil buat Pelanggan Setia Rayakan Lebaran 2020

Ristia Afifah

Xiaomi Siapkan Mi 10 Pro sebagai Suksesor Mi 9 Pro

Ristia Afifah

ITSEC Menemukan Pelanggaran Data Penting di Indonesia

Ristia Afifah

7 Orang Di Garut Saldonya Ludes Gara Gara Pakai VPN, Simak 5 Bahaya Lain Penggunaan VPN

Ristia Afifah

Leave a Comment