31.9 C
Jakarta
Sunday, Feb 23, 2020
Image default
Bisnis

Rumah Sakit Bisa Bernafas Dululah Iuran Peserta BPJS Kesehatan Naik Menkes Terawan

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebutkan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan akan membuat rumah sakit bernafas lega. Alasannya kenaikan iuran peserta diharapkan dapat menutupi besaran defisit BPJS Kesehatan yang termasuknya mengatasi utang dari BPJS Kesehatan terhadap rumah sakit. “Kan ada defisit anggaran BPJS yang begjtu besar sampai Rp 32 triliun, otomatis DJSN membuat perhitungan matang supaya defisit bisa dikurangi, sehingga rumah sakit bisa bernapas dululah,” ucap Menkes Terawan di DPR, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

Kalau utang sudah dibayarkan, pergerkan uang atau cash flow rumah sakit yang sekarang tersendat diharapkan Menkes Terawan bisa lebih optimal nantinya sehingga rumah sakit bisa lebih meningkatkan pelayanannya. “Ini kan rumah sakit mengalami kendala cast flow yang besar sekali dan itu harus dihidupkan dulu supaya sentra sentra pelayanan itu bisa jalan, karena itu pemerintah memutuskan untuk menaikkan iuran,” papar Menkes Terawan. Namun menurut Menkes Terawan, pelayanan yang meningkat kepada pasien tetap harus diikuti dengan jadwal kerja yang sesuai dengan kemampuan para tenaga medis.

“Kita harus memperhitungkan juga jam kerja, kelelahan dokter kelelahan perawat melayani yang begitu itu juga yang menjdi pertimbangannkarna karena dokter dan perawat yang meninggal karena kelelahan,” papar Menkes Terawan. Seperti yang diberitakan sebelumnya tunggakan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit di seluruh Indonesia mencapai Rp 6,5 triliun dan total defisit BPJS Kesehatan hingga akhir 2019 diperkirakan mencapai Rp 32 triliun. Adapun besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan, sesuai Perpres No. 75 tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan adalah sebesar Rp 42.000 dari sebelumnya Rp 25.500 untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang berlaku mulai 1 Agustus 2019.

Sedangkan untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau peserta mandiri mulai 1 Januari 2020 besaran untuk peserta kelas tiga menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500. Kemudian untuk peserta kelas dua akan naik menjadi Rp 110.000 dari besaran saat ini Rp 51.000, dan untuk kelas satu akan naik menjadi Rp 160.000 dari saat ini Rp 80.000.

Baca Lainnya

Sekarang Saat Termudah untuk Membeli Rumah, Ini Alasannya

Ristia Afifah

Komisi XI DPR Agendakan RDP Bersama OJK Akhir Bulan Ini

Ristia Afifah

Makanan Beku Bersumber Produk Makanan Laut Ini Telah Diekspor ke AS Hingga Australia

Ristia Afifah

Merintis Bisnis Batik Cirebon dari Bawah, Taty Sugiarti Punya Pelanggan Tetap Sampai Mancanegara

Ristia Afifah

Prudential dan Ovo Umumkan Kemitraan Strategis di Indonesia

Ristia Afifah

Desainer Property Global asal Inggris Mulai Garap Pasar Indonesia

Ristia Afifah

Lebih Dari 900 Unit Royal Sentul Park Terjual

Ristia Afifah

Pemerintah Naikkan Lagi Tarif Tol Jagorawi Pekan Depan

Ristia Afifah

Kepala BPPT Ajak Pemda Aceh dan Unsyiah Dirikan Pusat Pengembangan SDM Berbasis Iptek

Ristia Afifah

Ini Harapan Pelaku Industri Properti kepada Kabinet Baru

Ristia Afifah

Rokok Elektrik Juul Asal Amrik Incar 67 juta Perokok Dewasa Indonesia

Ristia Afifah

Jasa Marga Klaim Pengguna Ruas Tol Trans Jawa Naik 226 Persen

Ristia Afifah

Leave a Comment