25.6 C
Jakarta
Saturday, Apr 4, 2020
Image default
Nasional

Seluruh ASEAN Gunakan Pancasila Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana Sebut Setelah 2020

Kemunculan Kerajaan Sunda Empire masih jadi perbincangan masyarakat. Setelah kabar tentang klaim Keraton Agung Sejagat selesai, Rangga Sasana dan para pengikut Sunda Empire mengaku mampu memberikan tatanan empire yang dapat mempersatukan bangsa. Tak hanya itu, Sunda Empire mengklaim dapat memberikan kedamaian kepada dunia.

Petinggi Sunda Empire itu juga menegaskan memiliki sistem empire yang bisa mengatur segala kerumitan masalah internasional. Sunda Empire mengklaim tetap mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tak berhenti di situ, para pengikut Sunda Empire juga percaya dengan Pancasila.

Mereka mengaku akan menerapkan sistem berdasarkan Pancasila di seluruh Association of South East Asian Nations (ASEAN). "Ideologinya adalah Pancasila," tutur Rangga Sasana yang dikutip melalui tayangan , Selasa (22/1/2020). "Bahkan 2016 sudah kita sepakati bahwa Pancasila akan kita kembangkan dan terapkan kepada seluruh negara negara, karena itu sudah teruji ya," tambahnya.

"Dalam waktu dekat, setelah 2020 ini, seluruh tatanan Bumi, seluruh ASEAN akan menggunakan Pancasila ini," tegasnya. Ia juga menegaskan, Sunda Empire tidak hanya mengurusi soal NKRI saja. Sunda Empire, berdasarkan penuturan Rangga Sasana juga mengurus seluruh negara negara.

Rangga menambahkan, Bandung adalah bagian dari NKRI. "Maka saya bilang cobalah kita bangkit bangsa ini, kita lahir dari bangsa yang besar, dari pemimpin yang besar, dari leluhur yang besar," terangnya. Petinggi Sunda Empire itu mengatakan, kerajaannya telah bersahabat dengan semua negara di dunia ini.

Ia menyebut, Sunda Empire telah membangung hubungan yang baik kepada Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Sehingga, Rangga Sasana mengatakan, membangun bangsa tidak cukup hanya di internal Indonesia saja. "Semua negara negara, Amerika kita juga bersahabat, Inggris bersahabat, Belanda juga, semuanya bersahabat," ujar Rangga Sasana, dikutip dari , Rabu (22/1/2020).

Ia menyinggung pengunduran dari sejumlah tokoh pemimpin seperti Paus Paulus dan Presiden Bank Dunia. "Coba simak dengan kondisi bangsa bangsa ini, kenapa Paus Paulus kemarin mengundurkan diri? Kenapa Presiden Bank Dunia mengundurkan diri? Padahal enak kok," imbuh dia. "Persoalan persoalan ini bangsa harus simak. Tidak cukup hanya persoalan di dalam Indonesia," lanjut Rangga.

Ia pun meminta masyarakat Indonesia lebih memperhatikan tatanan negara dari seluruh dunia. "Tetapi tatanan semua negara kita harus diperhatikan," ungkap Rangga Sasana. Diketahui, sederet klaim kontroversial dilontarkan oleh Sunda Empire.

Mereka mengklaim kerajaannya mampu mengendalikan senjata nuklir. Bahkan, Rangga Sasana menegaskan, kemampuan Sunda Empire mengendalikan nuklir bukanlah hal khayalan atau fiksi. Ia menyebut salah satu tujuannya adalah untuk menjaga tatanan bumi.

Selain itu, juga demi keselamatan bumi dan umat manusia di dunia. Sebelumnya, Rangga Sasana, menegaskan, kerajaannya itu jangan disamakan dengan Keraton Agung Sejagat. Ia mengatakan, Sunda Empire berbeda dengan kerajaan yang didirikan oleh Totok Santoso Hadiningrat.

"Jadi perlu diketahui, Sunda Empire jangan disamakan apa yang dilakukan Totok Santoso," ujar Rangga Sasana, dikutip dari tayangan , Selasa (21/1/2020). Karni Ilyas yang menjadi pembawa acara tersebut, kemudian mengatakan, Totok Santoso juga sempat bergabung dengan Sunda Empire. "Tapi Totok pun penganut Sunda Empire," ujar Karni Ilyas.

Rangga Sasana menyebut, semua orang boleh bergabung dengan Sunda Empire. Ia mengatakan, kerajaannya itu tidak merekrut manusia, namun mempunyai anggota di seluruh dunia. Selain itu, ia juga mengklaim mempunyai pemerintahan di seluruh dunia.

Sehingga, menurutnya, pejabat dari Sunda Empire ada di seluruh negara. "Siapapun boleh di Sunda Empire, tapi karena posisi gini, Sunda Empire tidak merekrut manusia," kata Rangga. "Tapi adalah anggotanya seluruh negara dan pemerintahan seluruh dunia, bukan manusia," tambahnya.

"Adapun ada pejabatnya yang bekerja di sana, mereka baru persiapan kita ini," jelas Rangga Sasana.

Baca Lainnya

Pekanbaru Hujan Petir di Siang Hari Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Besok Minggu 24 November 2019

Ristia Afifah

Pemerintah Indonesia Tak Bisa Intervensi Kasus Reynhard Sinaga Pakar Hukum

Ristia Afifah

Kasatgas Nusantara Polri Sebut Dominasi Low Class dalam Demokrasi Jadi Sebab Lahirnya Intoleransi

Ristia Afifah

Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besok Sabtu 30 Maret 2019, Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah

Ristia Afifah

Johan Budi Sarankan Kepala BPIP Tak Lagi Bicara dengan Media Buntut Pernyataan yang Jadi Polemik

Ristia Afifah

Sebaiknya Sosok yang Dekat Ulama Kapolri Idham Azis akan Tunjuk Kabareskrim PP Muhammadiyah

Ristia Afifah

Bila Perlu Pisah Tempat Duduk Laki-laki & Perempuan Menteri Agama Ingin di Aceh Ada Bioskop Lagi

Ristia Afifah

Biar Masyarakat yang Nilai Permohonan Uji Formil UU KPK Atas Nama Pribadi Dinilai Tak Etis Laode

Ristia Afifah

Ini Kata Elite Parpol & Pengamat Wacana Presiden Dipilih oleh MPR

Ristia Afifah

Jenderal Sudirman hingga Pattimura dari Bung Tomo Ucapan Pesan & Kata Mutiara Para Pahlawan

Ristia Afifah

dan Rudiantara Jadi Bos BUMN Dinilai Sebagai Pemberdayaan Lanjutan Jonan Penunjukan Susi

Ristia Afifah

PT Cogindo DayaBersama (PLN Group) Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMK, Buka hingga 29 Agustus

Ristia Afifah

Leave a Comment