30.2 C
Jakarta
Thursday, Jun 4, 2020
Image default
Sains

Studi Ungkap Polusi Udara Lebih Banyak Cabut Nyawa Manusia daripada Rokok

Bukan rahasia lagi polusi udara mengganggu banyak orang, bahkan menyebabkan kematian. Tapi, siapa sangka polusi udara bertanggung jawab atas lebih banyak kematian dibanding merokok. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, jumlah orang yang meninggal akibat polusi udara dapat melebihi total orang yang terbunuh akibat rokok. Para peneliti dari Jerman tersebut memperkirakan bahwa sebanyak 8,8 juta kematian per tahun dikaitkan dengan udara kotor.

Menurut perkiraan mereka, di Eropa ada lebih dari 790.000 kematian tambahan sebagai akibat polusi udara. Angka ini bahkan dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya, yang tidak memperhitungkan dengan tepat tingkat tambahan penyakit kardiovaskular. "Untuk menempatkan ini ke dalam perspektif, ini berarti bahwa polusi udara menyebabkan lebih banyak kematian tambahan setahun daripada merokok tembakau, yang diperkirakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertanggung jawab atas 7,2 juta kematian tambahan pada tahun 2015," kata Profesor Thomas Munzel, salah satu dari penulis penelitian ini.

"Merokok bisa dihindari tetapi polusi udara tidak," sambung peneliti dari University Medical Center Mainz itu dikutip dari The Independent, Rabu (13/03/2019). Partikel partikel jelaga dan nitrogen oksida yang dipompa keluar oleh knalpot mobil, pabrik dan pembangkit listrik dapat membentuk campuran yang merusak. Partikel partikel itu secara signifikan meningkatkan tingkat serangan jantung, stroke, dan serangan asma yang parah.

Saat ini, pihak berwenang di seluruh dunia tengah mencari cara untuk menghapuskan mobil diesel di kota kota besar. Pasalnya, sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan mesin berbahan bakar solar itu adalah produsen utama partikel "PM2.5" mikroskopis. Artinya, polusi mesin diesel dapat membuat udara mengandung logam berat dan bahan kimia bahan bakar lainnya yang bersarang di paru paru dan memasuki aliran darah.

Studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal ini menggunakan simulasi komputer tentang interaksi bahan kimia alami dan buatan manusia. Simulasi itu kemudian dikombinasikan dengan informasi baru tentang kepadatan populasi, faktor risiko penyakit, dan penyebab kematian. Sebagai informasi, polusi udara diperkirakan telah menyebabkan 64.000 kematian di Inggris pada 2015, termasuk 17.000 kasus fatal penyakit jantung dan arteri. Lebih dari 29.000 kematian Inggris lainnya juga terkait dengan polusi udara disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kanker, diabetes dan penyakit paru paru kronis.

Ini berarti pengurangan harapan hidup rata rata sekitar 1,5 tahun di Inggris. Namun angka ini masih jauh lebih rendah dibanding beberapa negara Eropa lainnya. Rekan penulis Profesor Jos Lelieveld, dari Max Planck Institute for Chemistry di Mainz, mengatakan, "Tingginya jumlah kematian ekstra yang disebabkan oleh polusi udara di Eropa dijelaskan oleh kombinasi kualitas udara yang buruk dan populasi yang padat, yang mengarah pada paparan itu adalah yang tertinggi di dunia." Di Jerman, polusi udara dikatakan bertanggung jawab atas 124.000 kematian tambahan pada 2015 dan 2,4 tahun harapan hidup yang hilang. Diperkirakan 81.000 orang terbunuh oleh polusi udara di Italia.

Mereka meminta Uni Eropa untuk mengadopsi batas keselamatan yang lebih ketat untuk PM2.5 yang ditetapkan oleh WHO. Apalagi kini tingkat polusi udara di Eropa dua kali lipat tingkat aman yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia itu. "Banyak negara lain, seperti Kanada, AS dan Australia, menggunakan pedoman WHO," kata Profesor Munzel. "Uni Eropa tertinggal jauh dalam hal ini," tegasnya.

Baca Lainnya

BESOK, Gerhana Matahari Total Terjadi, Ini Link Live Streaming Nonton Detik Detik Gerhana

Ristia Afifah

Berikut Perbedaan Ular Kobra & King Cobra Sama-sama Punya Bisa Mematikan

Ristia Afifah

Langit Indonesia Akan Dihiasi Supermoon & Penampakan Planet Merkurius Bulan Februari

Ristia Afifah

2 Gempa Bumi Terjadi di Wilayah Laut Jawa dan Terasa Hingga ke Lombok Kemarin, Ini Penjelasan BMKG

Ristia Afifah

Ini Penjelasan Kenapa Septic Tank Bisa Meledak Sebabkan Meninggalnya Petugas Sedot WC

Ristia Afifah

Penjelasan Ilmiah Kalau Mencium Aroma Kentut Itu Bau

Ristia Afifah

Intip Foto-fotonya Nora Alexandra & Jerinx SID Gelar Resepsi Pernikahan Sederhana namun Intim

Ristia Afifah

2 Oktober 1852 Pecapai Nobel Kimia 1904 Lahir William Ramsay Hari Ini dalam Sejarah

Ristia Afifah

Grace Natalie Tercengang Gak Nyangka Punya Gen Afghanistan & India Kasta Brahmana

Ristia Afifah

Inilah Penjelasan Ilmiah Melahirkan Dalam Kubur Dapatkah Janin Keluar pada Jenazah Perempuan Hamil

Ristia Afifah

Dikhawatirkan Masuk Tanpa Terdeteksi Ilmuwan Mempertanyakan Tak Ada Kasus Virus Corona di Indonesia

Ristia Afifah

Ada Gerbang Neraka 12 Tempat Misterius di Bumi & Dianggap Sebagai Portal Menuju ‘Dunia Lain’

Ristia Afifah

Leave a Comment