27.9 C
Jakarta
Wednesday, Jun 3, 2020
Image default
Travel

Sudah Ada Sejak 1893 hingga Bangunannya Kokoh Tanpa Paku Uniknya Rumah Adat Karo Siwaluh Jabu

Setiap daerah pasti memiliki yang namanya rumah adat, yang di mana terdapat bentuk yang unik, dan memiliki arti di setiap sisi bangunannya. Tentu hal ini menjadi daya tarik wisawatan dari berbagai daerah untuk berkunjung. Rumah adat tersebut bernamaSiwaluhJabu.

Dalam bahasa Karo, Waluh artinya 8 dan Jabu artinya rumah. JadiSiwaluhJabumerupakan rumah adat Karo yang memiliki 8 ruangan dan dapat dihuni oleh 8 keluarga. Siwaluh Jabu pertama di Kota Medan, yang dibawa langsung dari Karo.

Tepatnya berlokasi di Desa Pernantin, KecamatanJuhar Tanah Karo. Bangunan masih asli, yaitu dibangun tanpa menggunakan Paku. BangunanSiwaluhJabuyang sudah ada semenjak 1893 di desa tersebut, 'dipindahkan' ke Kota Medan, oleh seorang warga Kota Medan bernama Fernando Barus.

"Hal ini tentunya atas kesepakatan bersama oleh pemanggku adat yang ada di desa tersebut. Pemindahan bangunan tersebut, bertujuan untuk melestarikan budaya Karo melalui bangunan Siwaluh Jabu, kepada generasi muda Kota Medan dan sekitarnya," ucap perawat rumah adat Siwaluh Jabu Moningkat Perangin Angin, Jumat (13/3/2020). BangunanSiwaluhJabuini dibangun kembali di atas lahan tanah seluah 7.000 meter kubik.

Luas bangunan Siwaluh Jabu ini sekitar 14 meter x 16 meter persegi. Material bangunan yang dipakai sebagian besar menggunakan kayu hutan yang sudah berusia ratusan tahun. Bangunan ini juga memiliki 10 ribuan batang bambu untuk kerangka atapnya.

Lalu, atapnya menggunakan ijuk yang berasal dari pohon aren. "Ada alasan kuat penggunaan ijuk di bagian atap bangunan rumah adat ini. Selain tahan sampai ratusan tahun, ijuk pun berfungsi menyimpan panas dan dingin," ucap Moningkat. Sementara itu,SiwaluhJabujuga dibangun seperti rumah panggung, dan di bawah difungsikan sebagai tempat ternak, penyimpanan lumbung padi, dan menyimpan hasil panen atau bibit perkebunan serta pertanian.

Jadi, bagi Anda yang ingin datang ke rumah adat Karo ini, langsung saja datang dan rasakan kemegahan, dan bentuk ukiran yang memiliki banyak arti di rumah adat ini. Begitu tiba dilokasi setiap pengunjung dikenakan uang retribusi sebesar Rp 7.500 per orang.

Baca Lainnya

Ini Rekomendasi Kulinernya Liburan Akhir Pekan menuju Purwakarta Bawa Uang Rp 150 Ribu

Ristia Afifah

Perhatikan 6 Tips Liburan Ini Pertama Kali Kunjungi Thailand

Ristia Afifah

Layanan Kos-kosan ala RedDoorz KoolKost

Ristia Afifah

Bagaimana Cara Mengetahui Maskapai yang Aman dan Punya Reputasi Baik di Dunia Penerbangan?

Ristia Afifah

Promo TIX.ID Birthday, Dapatkan Diskon 50 Persen untuk Semua Judul Film

Ristia Afifah

5 Negara yang Mengalami Midnight Sun, Fenomena Matahari yang Tak Tenggelam hingga Malam

Ristia Afifah

Konon Bikin Langgeng Pasangan yang Melewatinya Jembatan Asmara Coban Talun

Ristia Afifah

Ini 8 Aturan Penampilan yang Wajib Diikuti Tak Mudah Jadi Pramugari

Ristia Afifah

Bisa jadi Korban Penipuan! 10 Alasan Tidak Posting Boarding Pass di Media Sosial

Ristia Afifah

4 Tempat Wisata di Sekitar Markas Klub Lechia Gdansk

Ristia Afifah

Menikmati Pesona Sunrise Terbaik di Negeri Atas Awan Desa Pinggan Bali

Ristia Afifah

Tarif dari Rp 119 Ribu Per Malam 7 Hotel Murah di Magelang buat Liburan Akhir Pekan

Ristia Afifah

Leave a Comment