25.6 C
Jakarta
Sunday, Dec 8, 2019
Image default
Sport

Susy Susanti Sesalkan PB Djarum Ditutup Tahun Depan Gegara Tudingan Eksploitasi Anak di Iklan Rokok

Gara gara tudingan eksploitasi anak dalam iklan rokok, audisi PB Djarum akan dihentikan mulai tahun depan. Menanggapi tudingan eksploitasi iklan rokok dalam audisi umum Beasiswa Bulu Tangkis yang diprakarsai PB Djarum, Susy Susanti mengungkapkan penyesalannya. Susy Susanti dan saat ini menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI menyesalkan tudingan Komis Perlindungan Anak Indonesia / KPAI yang justru tidak mendukung bakat anak dalam olah raga bulutangkis.

Susy Susanti, angkat bicara soal penghentian event Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis yang diprakarsaiPB Djarummulai tahun depan. Pencarian bibit bibit pebulu tangkis bertajuk Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis ditiadakan mulai tahun depan. Keputusan tersebut telah dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

"Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan," kata Yoppy saat konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019). Event yang diprakarsai oleh PB Djarum itu dihentikan karena adanya klaim dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI menganggap bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak anak untuk mempromosikan merk Djarum yang identik dengan produk rokok.

Belum dapat dipastikan berapa lama event pencarian bakat bulu tangkis itu bakal vakum. Keputusan PB Djarum untuk meniadakan event audisi tahun depan menimbulkan sejumlah reaksi. Salah satunya datang dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti, yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Pastinya bakat bakat yang terjaring tidak akan sebanyak seperti sekarang dan tahun tahun sebelumnya" kata Susy kepada awak media, termasuk Kompas.com, seusai konferensi pers. "Itu juga bisa menghambat pembinaan usia dini. Kita kan ada kategori usia dini (< 11 tahun), anak anak (11 13 tahun), pemula (13 15 tahun), remaja (15 17 tahun), dan taruna (17 19 tahun)," ujar Susy. Bahkan, menurut Susy, jika ajang pencarian bakat terhenti, maka dampaknya bisa sangat merugikan.

"Hal ini sebetulnya mereka hanya melihat di "atas" nya saja. Tetapi jika, di bawah (pembinaan usia dini) itu kosong maka akibatnya bisa sampai putus satu generasi," tutur Susy. "Jika itu terjadi, kira kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi," ucap Susy.

Secara tersirat, Susy juga menyayangkan pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak. "Ini bulu tangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung?" kata Susy. "Apalagi, ini bisa menghadirkan prestasi untuk bangsa," ucap Susy lagi.

Meskipun telah memutuskan mundur tahun depan, PB Djarum memastikan rangkaian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang sudah berjalan, tetap dilanjutkan hingga babak final di Kudus pada November mendatang. Saat ini, Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 sedang singgah di Kota Purwokerto. Purwokerto menjadi kota kedua yang menjadi tuan rumah Audisi Beasiswa Bulu Tangkis 2019 setelah Bandung.

Rangkaian acara Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Purwokerto dimulai hari ini, Minggu (8/9/2019), dan berakhir pada Selasa (10/9/2019), dengan bertempat di GOR Satria. PB Djarummemutuskan untuk meniadakan event Audisi Umum BeasiswaBulu Tangkistahun depan. Tahun 2019 ini, menjadi akhir dari acara pencarian bibit bibit pebulu tangkis diIndonesiatersebut.

Keputusan itu telah dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti OlahragaDjarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019). Audisi Umum PB Djarum ditiadakan pada 2020 terkait dengan klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok. "Tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan," ujar Yoppy.

Yoppy menjelaskan bahwa dirinya sudah mengusulkan dua opsi jalan tengah agar Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tetap berjalan di tahun tahun berikutnya. "Saya sudah kasih usul tidak ada nama Djarum untuk nama event nya. Selain itu, jersey yang dipakai peserta juga tidak ada tulisan Djarum nya dan mereka bisa memakai kaos yang dibawa sendiri," kata Yoppy.

Namun, menurut penuturan Yoppy, KPAI menolak usulan tersebut. Mereka meminta pelaksanaan audisi umum steril dari brand Djarum. "Saya tidak bisa menghapus nama Djarum sama sekali.

Wong ini juga menurut saya sudah sangat berkurang embel embel Djarum nya," tutur Yoppy. Yoppy mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti berapa lama audisi tersebut bakal vakum. "Saya belum tahu berhentinya untuk sementara atau selamanya.

Tergantung cuaca nanti. Sekarang saya pasrahkan saja ke publik. K Alau ada pihak yang bisa menggantikan audisi itu, entah dari pihak swasa atau mana, silakan saja," ucap Yoppy. "Saya sudah memberikan usulan, tetapi kalau tidak ada titik temu, ya lebih baik berhenti saja," tutur Yoppy lagi.

Namun demikian, Yoppy tetap memastikan rangkaian Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan hingga babak final di Kudus pada November mendatang. "Untuk pencarian pemain baru kami mungkin akan kembali ke cara konvensional. PB Djarum akan datang ke turnamen turnamen daerah dan melihat pemain potensial.

Kalau ada, ya kami berikan penawaran," ucapnya. Yoppy juga memastikan bahwa sekolahbulu tangkisbinaan Djarum masih tetap hidup, hanya saja tidak ada audisi ke daerah daerah seperti sebelumnya. "PB Djarum tetap jalan terus.

Yang hilang hanya audisinya saja," kata Yoppy. Saat ini Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 sedang singgah di Kota Purwokerto. Purwokerto menjadi kota kedua yang menjadi tuan rumah Audisi Beasiswa Bulu Tangkis 2019 setelah Bandung.

Rangkaian acaraAudisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 di Purwokerto akan dimulai pada Minggu (8/9/2019) dan berakhir pada Selasa (10/9/2019), bertempat di GOR Satria. Sebelumnya, KPAI menilai Djarum Foundation telah memanfaatkan anak anak untuk mempromosikan brand image Djarum dalam kegiatan audisi bulu tangkis. Imbauan KPAI sudah disepakati sejumlah lembaga negara lain seperti Kemenko PMK, Kemenpora, Kemenkes, Bappenas, dan BPOM setekah pertemuan di Kantor KPAI pada Kamis (1/8/2019).

Kegiatan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dinilai telah mengeksploitasi anak dengan mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. PP 109 mengatur perlindungan khusus bagian anak dan perempuan hamil. Oleh karena itu, jika ingin melanjutkan kegiatan audisi bulu tangkis, Djarum Foundation diminta untuk sesegera mungkin menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi brand image Djarum.

Sumber : .

Baca Lainnya

Sam A Gaiyanghadao Bersiap Pertahankan Gelar

Ristia Afifah

Nasib Apes Nozomi Okuhara Usai China Open 2019; Runner Up 7 Kali hingga Lengser dari Posisi Puncak

Ristia Afifah

Alex Rins Curi Perhatian Tim Ducati Makanya Andrea Dovizioso Diminta Waspada

Ristia Afifah

Jonatan Christie Hadapi Anthony Ginting Derbi Indonesia di Semifinal Hong Kong Open 2019

Ristia Afifah

Amato Rudolph Raih Dua Podium Dalam 1 Event

Ristia Afifah

Jadwal Live Streaming MotoGP Assen 2019 di Trans7, Marquez Betah di Puncak, Rossi Tertinggal

Ristia Afifah

Jadwal Kualifikasi MotoGP 2019, Sirkuit Bruno Ceko, Peluang Marc Marquez Raih Pole Position

Ristia Afifah

Dani Pedrosa Bikin Galau KTM di Sesi Tes MotoGP Misano, Ada Apa Nih?

Ristia Afifah

David Agung Susanto Harapan Indonesia di Turnamen Internasional Berlabel ITF World Tennis Tour

Ristia Afifah

Djarum Superliga Badminton 2019: Debby Susanto Resmi Gantung Raket

Ristia Afifah

Ini Dia Cara Kerja Sistem Elektronik Pada Motor MotoGP

Ristia Afifah

Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2019: Jonatan Christie Gagal Melangkah ke Semifinal

Ristia Afifah

Leave a Comment