31.1 C
Jakarta
Wednesday, Feb 26, 2020
Image default
Sains

Tim Olimpiade Komputer Indonesia Raih Emas di International Olympiad in Informatics 2019.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 74, empat siswa SMA ini berhasil mengharumkan nama bangsa di ajangInternational Olympiad in Informatics (IOI) 2019. Dalam ajang yang digelar di Baku, Azerbaijan, mulai tanggal 4 sampai dengan 11 Agustus 2019 tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Keempat delegasi adalah: Abdul Malik Nurrokhman (Amnu), SMA Semesta BBS Semarang; Vincent Ling, SMA Pribadi Bandung; Fausta Anugerah Dianparama, SMA Negeri 1 Yogyakarta; dan Moses Mayer, SMA Jakarta Intercultural School.

IOI merupakan olimpiade sains di bidang informatika (khususnya pemrograman) yang diselenggarakan setiap tahun. Ajang bergengsi ini pada tahun 2019 memasuki tahun ke 31. Bersaing dengan 323 peserta lain dari 87 negara, tim Indonesia berhasil meraih 1 medali emas dari Amnu, 2 medali perak dari Fausta dan Vincent, dan 1 medali perunggu dari Moses Mayer. Perolehan ini menempatkan Indonesia pada posisi ranking juara ke 10, mengalahkan puluhan negara lain, seperti Singapura, Kanada, atau Australia.

Empat siswa anggota Tim Olimpiade Komputer Indonesia patut merasa bangga. Untuk mempersiapkan diri mengikuti IOI, tim ini telah mengikuti pembinaan selama berbulan bulan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan UI, ITB, IPB, ITS, UGM dan Binus University. Peran para alumni TOKI sangat besar pada proses persiapan dan pelatihan. Keempat siswa juga harus menjalani karantina dan pembinaan intensif untuk memperbanyak latihan soal, diskusi dan pelatihan kesiapan mental bertanding. Materi pembinaan, selain diisi oleh para dosen dari berbagai universitas, juga diisi oleh para alumni TOKI dalam bentuk diskusi dan sparring partner. Para siswa juga diikutsertakan dalam beberapa kegiatan latih tanding. Strategi ini terbukti meningkatkan prestasi tim Indonesia dari tahun ke tahun.

“Sejak terpilih menjadi TOKI, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Tujuan pribadi saya adalah membuktikan kalau Indonesia tidak kalah dari negara lain dalam hal teknologi dan informatika. Walaupun dalam proses pelatihan sempat merasa lelah dan kangen keluarga, tapi sekarang saya sudah lega karena bisa memberikan kado untuk ulang tahun Indonesia, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” kata Amnu yang sudah dua kali menyumbangkan medali di ajang IOI, yaitu medali perak pada IOI 2018, dan emas pada IOI 2019 kali ini. Tantangan terbesar yang dihadapi TOKI adalah rasa gugup karena menghadapi negara negara lebih maju yang sering dipandang lebih ahli. Tidak mau kalah sebelum bertanding, Amnu, Vincent, Fausta, dan Moses berusaha untuk membulatkan tekad dan memupuk rasa percaya diri. Mereka pun tampil lepas dan tanpa beban. Panduan dan dukungan yang diberikan oleh tim delegasi juga membuat mereka selalu bersemangat untuk mengikuti tahapan kompetisi dari hari ke hari. Selain meraih medali, mereka juga sempat memperkenalkan budaya Indonesia dengan bermain angklung pada acara Malam Budaya IOI.

“Dengan pencapaian yang diraih dalam kompetisi IOI kali ini, kita patut memberikan penghargaan setinggi tingginya untuk semangat, perjuangan dan juga pengorbanan yang telah dilakukan oleh para siswa, Pembina, Alumni dan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang telah bekerja keras dalam mengupayakan hasil yang maksimal demi mengharumkan nama baik bangsa dan negara,” kata Adi Mulyanto, M.T, dosen STEI ITB dan Pembina TOKI sebagai ketua delegasi Secara khusus, Adi juga mengapresiasi bantuan moral dan pelatihan yang diberikan oleh Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA TOKI). Beberapa alumni TOKI kini telah mencetak prestasi masing masing, seperti Brian Marshal yang mendirikan start up SIRCLO dan Derianto Kusuma yang mendirikan unicorn Traveloka. “Mereka telah membangun ikatan alumni yang solid, suportif, dan saling membantu. Secara kompak, mereka mencurahkan waktu, tenaga, perhatian, dan pengalaman, untuk membimbing ‘adik kelas’ mereka,” tambahnya.

Baca Lainnya

Ini 5 Cara Cegah Ular Masuk Rumah Saat Musim Hujan & Banjir Teror Ular di Mana-mana

Ristia Afifah

Aurora yang Indah Muncul di Langit Menyerupai Bentuk Huruf ‘J’ Namun Bisa Juga Huruf ‘P’

Ristia Afifah

Waspada Cuaca Ekstrem & Gelombang Tinggi Prakiraan Cuaca BMKG 5 – 12 Januari 2019 di Indonesia

Ristia Afifah

Danau Terpencil di India Utara Dipenuhi Puluhan Kerangka Manusia, Seperti Apa Penjelasannya?

Ristia Afifah

Intip Foto-fotonya Nora Alexandra & Jerinx SID Gelar Resepsi Pernikahan Sederhana namun Intim

Ristia Afifah

Menyebabkan Diabetes hingga Lupus Mengenali Penyakit Autoimun yang Diderita Ashanty

Ristia Afifah

Yuk Datang! Indonesia Science Day 2019 Akan Digelar di TMII 25–28 April 2019

Ristia Afifah

Bisa Anak Kobra Cukup Mematikan Peneliti Reptil

Ristia Afifah

Mulai Waktu Datangnya hingga Tembat Sambarannya Mitos-mitos Tentang Petir & Faktanya

Ristia Afifah

BESOK, Gerhana Matahari Total Terjadi, Ini Link Live Streaming Nonton Detik Detik Gerhana

Ristia Afifah

Ini Tata Cara Salat Gerhana Bulan atau Salat Khusuf Gerhana Bulan Penumbra Terjadi 11 Januari

Ristia Afifah

2 Oktober 1852 Pecapai Nobel Kimia 1904 Lahir William Ramsay Hari Ini dalam Sejarah

Ristia Afifah

Leave a Comment