25.9 C
Jakarta
Saturday, Jan 18, 2020
Image default
Sains

Udang Air Tawar Mencegah Serangan Schictosomiasis Terhadap Manusia

Para peneliti, menunjukkan udang air tawar dapat menyelamatkan kehidupan manusia dari Schistosomiasis. Sebelum tersaji di atas piring,udang tumbuh membesar dengan memakan siput air tawar. Mengutip National Science Foundation, siput air merupakan hewan penyebar parasit penyebab Schistosomiasis alis demam siput. Schistosomiasis merupakan penyakit mematikan kedua setelah malaria.

Penelitian baru yang dipimpin para ilmuwan University of California, Berkeley memberikanroadmapcara pemanfaatan udang memakan siput air tawar. Sehingga, proses tersebut dapat menurunkan penularan penyakit. Pengusaha pun dapat menyelamatkan kehidupan manusia sekaligus mendapatkan keuntungan dari berjualan udang. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Jurnal kelestarian alam, menunjukkan bagaimana pertanian udang air tawar skala kecil dapat menang meningkat, meningkatkan ekonomi di daerah yang sering terjangkit Schictosomiasis.

Christopher, UC Berkeley menjelaskan umumnya udang sungai merupakan produk akuakultur di lingkungan di seluruh dunia. Organisme ini tergolong predator yang ganas daripada siput air tawar. "Yang belum jelas adalah jika kami dapat menyatukan manfaat ekonomi dari udang agrikultur dengan penyakit mengontrol aktivitas udang," kata Christopher. Udang air tawar sudah diproduksi di seluruh dunia, dari Louisiana, Thailand, Senagal, dan negara lainnya.

Baca Juga:Hiu biru gunakan pusaran air untuk melacak sumber makanan Udang muda dibesarkan di dalam tempat penetasan, kemudian di tebar ke dalam saluran air tempat penularan Schistosomiasis. Kemudian, udang dipanen ketika sudah mencapai ukuran tertentu. Justin Remais, UC Berkeley and senior author menjelaskan saat udang dalam masa pertumbuhan, mereka memakan siput yang membawa parasit Schistosome.

Udang tidak dapat terinfeksi meskipun parasit tersebut telah dimakan. Sehingga udang dapat tumbuh, dipanen, dan dimakan dengan aman. "Keterkaitan dan kompleksitas makanan, air, energi, dan kesehatan mempunyai hubungan yang jelas dalam penelitian ini," kata Tom Torgersen, Program Director NSF's Division of Earth Sciences. Tom menambahkan poin penelitian ini menunjukkan cara pendekatan yang sama. Sekedar info, penelitian ini didanai oleh National Science Foundation.

Tri Sulistiowati/Sumber : National Science Foundation

Baca Lainnya

Kenapa Menguap Bisa Menular? Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Ristia Afifah

5 Fenomena Gerhana Matahari Total yang Pernah Terjadi di Indonesia, Tahun 1983 Paling Mencekam

Ristia Afifah

2 Gempa Bumi Terjadi di Wilayah Laut Jawa dan Terasa Hingga ke Lombok Kemarin, Ini Penjelasan BMKG

Ristia Afifah

Danau Terpencil di India Utara Dipenuhi Puluhan Kerangka Manusia, Seperti Apa Penjelasannya?

Ristia Afifah

Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi Di Perairan Indonesia 17 20 Juni 2019

Ristia Afifah

LAPAN Beberkan Fakta Sesungguhnya di Balik Fenomena Langit Malam Berbentuk Mata yang Sempat Viral

Ristia Afifah

14 Spesies Anjing dan Kucing Langka di Dunia, Ada yang Mirip Rakun

Ristia Afifah

FOTO FOTO: Tangkapan Kamera Detik Detik Ular Raksasa Memangsa Buaya Rawa

Ristia Afifah

Belum atau Tidak Berniat Baca Cerita KKN di Desa Penari? Bisa Jadi karena Anda Memiliki IQ Tinggi

Ristia Afifah

Pelepah Hingga Bungkil Sawit Bisa Jadi Pakan buat Tingkatkan Bobot Sapi

Ristia Afifah

Bisa Anak Kobra Cukup Mematikan Peneliti Reptil

Ristia Afifah

Ini Penjelasan Kenapa Septic Tank Bisa Meledak Sebabkan Meninggalnya Petugas Sedot WC

Ristia Afifah

Leave a Comment