25.9 C
Jakarta
Sunday, Jan 19, 2020
Image default
Sport

WGM Medina Balas Kekalahan Irene dari Le Thanh Tu di Mongolia

Pertarungan keras akan terus mewarnai Kejuaraan Catur Zona 3.3 Asia Timur Jauh yang memasuki babak kedua di Hotel Premium Palace, Ulan Bator, Mongolia, Senin (8/4/2019). Pertarungan keras itu ditandai dengan tumbangnya andalan tuan rumah GM Tsegmed Batchuluun (2547). Pecatur unggulan kedua ini dipecundangi oleh pecatur muda Filipina IM Paulo Bersamina (2444) di kategori Open. “IM Irene Kharisma Sukandar (2384) bangkit dengan menaklukkan WFM Shania Mae Mendoza (2156, Filipina),” sambung Kristianus.

Selain dua pecatur perempuan itu, dua pecatur Indonesia ditahan remis. Mereka adalah WIM Chelsie Monica Sihite (2227) yang melawan WGM Hoang Thi Bao Tram (2298, Vietnam) dan GM Susanto Megaranto (2523) melawan IM Nguyen Van Huy (2436, Vietnam). Sedangkan di dua papan lainnya pecatur Indonesia terpaksa menelan kekalahan yaitu IM Novendra Priasmoro (2479) kalah dari IM Damsuren Batsuren (2444, Mongolia) dan Surya Wahyudi (2197) dipukul kalah oleh Uursaikh Agibileg (2403, Mongolia).

“Medina membalaskan sakit hati Irene. WGM Le Thanh Tu yang pernah menjuarai turnamen sejenis pada tahun 2007, dihantam dengan bijak oleh Medina,” Jelas Kris. “Lawan memainkan pertahanan Alekhine yang kurang populer. Artinya Le sudah mempersiapkan sesuatu kejutan,” imbuh Kris. Kris mengkisahkan pertarungan srikandi Indonesia tersebut lebih kepada adu pemahaman catur dan bukan adu teori.

Medina menjawab pertahanan Alekhine dengan langkah konvensional 6.h3. Sebagai pengendali buah putih Medina melepaskan peluang menguasi inisiatif permainan. Pada langkah 16 Tu punya kesempatan mengambilalih inisiatif jika berani mengorbankan kualitas di petak e3.

Tapi Tu tidak seberani itu. Medina mulai berupaya mengendalikan serangan dengan mengorbankan satu bidak di petak a6. “Tu menerimanya. Antisipasi yang keliru. Medina mulai unggul terutama setelah berhasil merebut kembali bidak yang dikorbankannya di a6 pada langkah 32,” tutur Kris.

“Bayang bayang kemenangan mulai tampak ketika Medina unggul satu bidak pada langkah 44. Medina merebut satu bidak lagi di b6 empat langkah kemudian. Tu menyerah langkah ke 52,” imbuhnya. Senada dengan Media, Irene yang bermain dengan buah putih memilih pembukaan London System yang cenderung tidak ada pertarungan teori pembukaan dan lebih banyak mengandalkan pada adu pemahaman permainan catur. “Dalam hal ini pengalaman dan pemahaman mengenai posisi, kerangka bidak dan kerja sama buah lebih penting dan menentukan, Pada langkah ke 16 Mendoza membuat kesalahan posisional dengan menaruh Menterinya di petak d7 sehingga Irene bisa unggul satu bidak tanpa lawan mendapatkan kompensasi serangan,” jelas Kris.

“Keunggulan satu bidak itu yang dipakai Irene untuk menekan perlahan lahan hingga menang pada langkah ke 55” tambahnya. Hasil babak kedua yang cukup keras membuat Tim Indonesia tidak boleh terburu berbangga diri. Pertarungan yang semakin keras nampaknya akan muncul pada babak babak selanjutnya.

Tumbangnya unggulan tuan rumah menjadi bukti utamanya. “Pertandingan catur tidak mudah diprediksi. Elo Rating dan posisi unggulan tidak selalu bisa menjadi pijakan,” ujar Head of Social Investment JAPFA dan Chief de Mission Tim Catur Indonesia R. Artsanti Alif. “Perjuangan tim Indonesia masih panjang dan pertarungan nampaknya semakin keras. Meski demikian peluang masih terbuka lebar dan pemahaman posisi bidaklah yang nantinya akan menentukan,” tutupnya.

Baca Lainnya

Ducati Terlihat Lemah di MotoGP Belanda 2019 kata Andrea Dovizioso

Ristia Afifah

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Tantang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo di Babak II BAC 2019

Ristia Afifah

Rifat Sungkar berhasil Capai Target Juarai Kejurnas Sprint Reli 2019

Ristia Afifah

2 Tahun Kokoh di Peringkat 1 Dunia Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Pecahkan Rekor Ganda Putra Korea

Ristia Afifah

Nasib Apes Nozomi Okuhara Usai China Open 2019; Runner Up 7 Kali hingga Lengser dari Posisi Puncak

Ristia Afifah

Minions & Jojo Tumbang Hanya Daddies yang Otomatis menuju Semifinal Hasil BWF World Tour Finals 2019

Ristia Afifah

Ahsan/Hendra Kembali PBSI Rilis Susunan Atlet Pelatnas 2020

Ristia Afifah

David Agung Susanto Harapan Indonesia di Turnamen Internasional Berlabel ITF World Tennis Tour

Ristia Afifah

Mario Suryo Aji Sukses 10 Besar di Tes Pramusim Sirkuit Jerez

Ristia Afifah

Jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019, Susy Susanti Targetkan Satu Gelar

Ristia Afifah

Andrea Dovizioso Merasa Timnya Semakin Sulit Bersaing di Ajang MotoGP 2019

Ristia Afifah

Alex Rins Curi Perhatian Tim Ducati Makanya Andrea Dovizioso Diminta Waspada

Ristia Afifah

Leave a Comment